Cerita Tentang Ramadhan

9 Jul

#Turn On 35

Insyaallah tinggal hitungan jam lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang sudah kita tahu, sungguh banyak sekali keberkahan yang dilimpahkan oleh Allah di bulan ini. kalau menilik tentang sejarah, di bulan inilah kitab suci Al Qur’an diturunkan, tepatnya pada tanggal 17 Ramadhan yang kita kenal dengan nama Nuzulul Qur’an. Di bulan ini juga, yang kalau tidur saja mendapat pahala, apalagi kita mau melakukan segenap aktifitas yang dapat bermanfaat bagi sesama, wah, bisa panen pahala kita, aammiin.

Melihat tempat saya sekarang, saya jadi teringat dengan perjalanan ramadhan demi ramadhan yang pernah saya lalui. Saya masih ingat, ketika masih berusia sekitar 6 tahun, saat masih duduk di SD kelas 1. Saat itu, saya mulai diperkenalkan oleh orang tua saya dengan yang namanya puasa. Saat itu, yang saya tahu, puasa yang gak makan dari habis imsak sampai waktu bedug maghrib ditabuh. Dulu, saya masih belum kuat. Saya masih belajar berpuasa dari setelah sahur dan mendapatkan turun minum saat bedug waktu dhuhur ditabuh atau orang jawa menyebutnya “poso mbedug”(puasa setengah hari, ketika waktu dhuhur tiba ya makan minum secukupnya, lalu lanjut puasa lagi sampai waktu maghrib).

Saya masih ingat, ketika saya kelas 1 SD itu, saya mampu berpuasa satu hari penuh sekitar separuh bulan, yang separuhnya puasa setengah hari. Lalu saat kelas 2 SD, alamdulillah hanya 3 hari yang puasa setengah hari. Saya masih ingat juga, saat berbuka waktu dhuhur dulu, saya makan satu buah salak dan segelas air putih, hehe. Dan mulai kelas 3 SD, Alhamdulillah saya bisa menjalankan puasa sehari penuh selama satu bulan, dan itupun saat ada rasa mau menyerah gara-gara cuaca saat itu panasnya sangat menyengat, saya dijanjikan akan diberikan hadiah mobil remote control kalau bisa menyelesaikan puasa satu hari penuh selama sebulan. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan puasa sebulan penuh, dan sebuah mobil RC pun saya dapat, hehe, maklum masih anak-anak, masih suka dengan mainan.

Kejadian demi kejadian di masa lalu itu, kalau saya ingat-ingat sekarang, ya kadang lucu, kadang menyenangkan, campur aduk pokoknya, hehe. Namun satu hal yang pasti, itulah cara orang tua saya dalam mendidik anak-anaknya dalam mengenalkan rukun islam yang keempat, yakni berpuasa saat bulan ramadhan.

Saya yang berasal dari Kudus, memang saya akui, sedari kecil, suasana homogenitas dalam lingkungan saya sungguh sangat kental. Jadi, jika bulan ramadhan tiba, akan sangat aneh bagi kami untuk melihat orang yang tidak puasa. Dalam lingkungan kami, jika ada orang tua, khususnya ibu, yang ketika puasa pas lagi halangan karena datang bulan, ya ketika makan juga sangat memperhatikan anak-anaknya. Sebisa mungkin mereka tidak makan di depan anak-anaknya. Jadi kami, saat itu tahunya ya kedua orang tua kami masih berpuasa. Setelah kami mulai beranjak dewasa dan mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan puasa, barulah kami tahu ada hal yang seperti itu. Dan kami juga tahu, ketika di pasar-pasar ataupun tempat keramaian, tidak jarang kami melihat orang yang seharusnya mampu berpuasa, namun tidak melakukan kewajiban yang satu ini. suasana homogen pun berangsur-angsur berubah menjadi heterogen. Kami pun mulai mengenal yang namanya perbedaan.

Insyaallah ini adalah Ramadhan kedua saya di perantauan, setelah tahun lalu saya menikmati ramadhan dan lebaran di kota ini, insyallah tahun ini pun akan menjadi tahun kedua saya menjalani ramadhan serta lebaran disini, karena memang saya tidak mengambil cuti untuk mudik nanti. Kalau ditanya mau mudik atau enggak, ya jawabannya pasti mau, namun karena ada beberapa hal serta kuota cuti memang sudah habis, sudah diambil teman-teman yang lain, akhirnya saya belum bisa mudik, hehe.

Berbicara tentang ramadhan, saat elas 1 Mts dulu saya pernah merasakan libur sebulan penuh. Jadi sebulan tidak ada pelajaran, yang ada hanya mengaji serta tadarusan yang memang sudah diatur oleh pihak madrasah. Libur sebulan penuh itu ada saat Gus Dur menjadi presiden, setelah beliau tidak menjabat, ya tidak ada libur sebulan lagi. Kalau sekarang, ramadhan ya tetap masuk seperti biasa, libur hanya ada beberapa hari pada awal ramadhan, biasanya sekitar 3 sampai 5 hari, dan akan terus masuk, biasanya sampai tanggal 27 ramadhan atau H-3 lebaran. Dijalani saja, insyaallah ada keberkahan yang mengiringi.

Saat di kampung dulu, ketika H-1 Ramadhan seperti ini, saya dan teman-teman sudah sibuk mencari kitab yang akan digunakan untuk kegiatan puasa, orang jawa menyebutnya “ngaji posonan”, yakni mengaji saat bulan puasa. Banyak pondok pesantren yang menjadi tempat mengaji selama bulan puasa. Ada yang hanya sepuluh hari pertama, ada yang sampai tanggal 17, dan ada juga yang sampai tanggal 27 juga. Tinggal kita, mau pilih yang mana.

Kalau saya dulu, seringnya ikut di sebuah pondok pesantren yang dekat dengan sekolah saya. Jadi, paginya bisa ikut ngaji, lalu saat jam sekolah dimulai, bisa langsung pergi ke sekolah. Banyak kitab yang bisa dikaji selama bulan ramadhan ini, mulai dari Tauhid, Akidah, Fiqih, Tafsir, dan masih banyak lagi, tidak ketinggalan, agenda tadarusan adalah hal yang seakan wajib kami lakukan. Target kami, minimal sebulan bisa mengkhatamkan sekali, dan Alhamdulillah, rata-rata dari kami bisa menyelesaikan target yang satu ini.

Saat kuliah, saya berkesempatan menikmati ramadhan di Semarang. Saat itu, istilah PPT sangat akrab di telinga kami sebagai mahasiswa. PPT disini bukan seperti yang ada di sinetron yang ada di tipi itu, namun PPT disini berarti “Para Pencari Ta’jil”, haha. Namanya mahasiswa, kalau ada yang namanya gratisan, sangat sayang untuk dilewatkan. Jadi setiap menjelang waktu berbuka puasa, kami akan sangat cepat untuk menuju masjid serta tempat-tempat yang menyediakan buka gratis, hehe.

Setelah seharian kuliah dan mengerjakan seabreg tugas, kami pun bersiap untuk melaksanakan buka puasa. Jika waktu sudah menunjukan pukul 5 sore, asrama mahasiswa menjadi sepi karena penghuninya pada keluar. Ada yang membeli makan sendiri, ada yang menitip makanan sama teman, dan kebanyakan dari para cowok, mencari tempat yang mendukung penghematan uang saku, hehe. Bagi kami, sebagai mahasiswa alias para perantau ini, waktu ramadhan adalah waktu yang sangat menyenangkan, kami bisa melakukan penghematan yang luar biasa. Sering kami hanya mengeluarkan uang saat sahur saja, lalu untuk bukanya, kami bisa memilih tempat dengan menu yang beraneka rupa. Jika ingin makan bubur kacang hijau serta susu dengan beberapa cemilan rungan berupa gorengan, ada. Jika ingin nasi kotak dengan ini nasi campur dengan lauk ayam, ada. Jika ingin prasmanan, ada, namun sangat jarang dan hanya ada saat kegiatan buka bersama di kampus, hehe. Tempat-tempat yang menyediakan gratisan itupun sangat cepat kami kenal, selain mendapatkan kuliah keagamaan, santap berbuka pun kami dapatkan juga, gratis, hehe.

Dan sekarang, saya sedang menjalani serta menikmati ramadhan sebagai seorang perawat kamar operasi di kota ini. dimana masih melakukan aktifitas sehari-hari untuk melakukan pembedahan bersama tim operasi, ada operasi yang terjadwal, ada juga operasi yang bersifat emergency. Ramadhan tahun ini semoga seperti ramadhan tahun lalu, operasi terjadwal memang seperti biasa, namun untuk yang emergency mengalami penurunan. Saya berdoa tidak terjadi kecelakaan yang menimbulkan seseorang harus dilakukan operasi emergency, semoga berkah ramadhan ini bisa membuat orang-orang tidak melalukan hal yang sembrono, semoga sehat, selamat, dan aman semua, aammiin.

Ramadhan tinggal hitungan jam lagi, semoga kita termasuk dalam golongan yang bersuka cita dengan datangnya Ramdhan ini, bulan yang sudah sering terucap dalam doa mulai bulan Rajab lalu. Semoga bulan ini menjadi sarana bagi kita untuk memperbaiki diri, semakin membuat diri kita mengerti dan memahami, betapa  karuniaNya sungguh sangat besar hingga kita tidak mampu menghitungnya. Mari mempersiapkan diri bersama, membuat target kebaikan, dan yang paling utama, sekali lagi, mari kita bergembira bersama dengan datangnya bulan agung penuh hikmah ini.

Batam, 9 Juli 2013

Arsyad Syauqi

OR Nurse

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: