Jalan-Jalan Nganter Bule

3 Jul

#Turn On 34

Akhirnya, saya tahu rumah beliau, setelah beberapa kali diundang datang, dan belum pernah kesampaian, hehe.

Hampir seminggu ini saya tidak memposting tulisan baru, dikarenakan kesibukan di ruang operasi dan jadwal oncall yang menjadi-jadi, ditambah pula dengan charger laptop saya yang tiba-tiba matisuri. Lengkaplah semua ini. ibarat martabak special pake telor ditambah irisan tahu tempe serta dibungkus menggunakan daun pisang, ya,terkadang tidak nyambung memang, ha..ha.., malah jadi lapar ngomongin soal makanan.

Hari sabtu kemarin, saya masuk jam 6 pagi, early in the morning sudah disuguhi jadwal operasi yang memenuhi white board penjadwalan, “wah ,kayaknya pulang sore ini”, gumam saya. Hari sabtu kemarin penuh penjadwalan operasi Obsgyn, mulai jam 6 pagi sudah ada SC, lalu ada pengangkatan mioma uteri, baik yang sebagian maupun total, baik yang dibedah secara laparatomi maupun laparaskopi, lalu ada pengangkatan kista ovarium, ditambah laparatomi KET (Kehamilan Ektopik Terganggu) ditambah beberapa penjadwalan operasi bedah umum serta bonus tengah malamnya, cito SC gawat janin.

Lalu beberapa hari kedepannya lumayan aman, namun, yang namanya sudah terjadwal oncall, walaupun fisik tidak berada di rumah sakit, namun sebagian pikiran tetap ada disana, sehingga lebih pas kalau disebut keadaan yang harap-harap cemas, atau yang lebih bagus lagi, siap sedia, kayak semboyannya pramuka, hehe.

Terkadang kalau malam hari itu berharap tidak ada operasi, semoga tidak ada orang yang perlu dioperasi malam-malam, semua sehat, tidak ada kecelakaan, itulah harapan saya. Namun, semua bisa saja terjadi, entah ada pasien yang mengalami kecelakaan, yang mengalami perdarahan yang harus segera dihentikan, yang mengalami luka terbuka yang harus segera di dibersihkan, juga kasus gawat janin yang harus segera diselamatkan.

Namanya manusia, pasti merasakan capek serta jenuh terhadap rutinitas, perlu ada penyegaran sehingga bisa semangat kembali untuk mendukung pekerjaan yang dilakukan. Ada beberapa hal yang biasa saya lakukan, membaca buku menjadi pilihan yang sangat mudah serta dekat, lalu pergi untuk menonton film-film yang lagi update juga menjadi salah satu kesukaan yang bisa dipilih, kalo yang satu ini, jangan sering-sering, hehe. Lalu, pergi ke tempat komunitas bahasa inggris, menjadi agenda mingguan yang sangat sayang untuk dilewatkan.

Berbicara tentang komunitas bahasa inggris, pernah sedikit saya ceritakan beberapa minggu yang lalu. Iya, ceritanya memang sedikit, lha memang baru bisa nulis segitu, hehe. Well, kembali lagi ke topik, ceritanya, pembimbing komunitas bahasa inggris ini selalu menawarkan kepada teman-teman komunitas untuk bisa berkunjung ke rumahnya kalau ada waktu luang, luang bagi yang berkunjung serta yang dikunjungi maksudnya. Kalau weekday, gak recommended buat main ke tempat guru ini, atau kita sebut saja bule ini.

Oh ya, saya belum menyebutkan namanya ya, namanya Ronald Ramakers, Belanda tulen, sudah melanglang buana kemana aja, hampir separuh belahan dunia pernah didatanginya, dan untuk Indonesia, beliau sudah disini sejak tahun 1991, saat saya masih imut-imutnya dulu, halah, haha. Beliau datang kesini karena tertarik dengan alam Indonesia yang sangat alami, hijaunya Indonesia tentu sulit didapatkan di Holland sana. Datang pertama kali kesini sudah langsung kepincut sama orang sunda, cerita demi cerita disampaikan, eh, malah sekarang nikahnya sama orang Batak, ya, namanya jodoh, hanya Tuhan yang tahu.

Kalau dibilang tempat kesukaan, sebenarnya Batam bukan menjadi tempat yang bisa disebut favorit bagi beliau, karena susah menemukan pemandangan hijau disini. Yang ada, lalu lalang orang yang pulang dan pergi untuk bekerja di PT, yang oleh kebanyakan orang, Batam dikenal sebagai kota industri yang mempunyai otonomi khusus yang bernama Badan Otorita Batam. Bagi sampean-sampean yang mau cari barang BM atau BlackMarket berupa handphone yang up to date serta laptop dan saudara-saudaranya, disini nih tempat yang banyak menawarkan berbagai produk yang begituan. Lah, malah promosi. Disini juga dikenal sebagai area FTZ alias Free Trade Zone, jadi kalau beli sepeda motor atau mobil, tidak semahal yang ada di Jawa sana, namun ya itu, kendaraan yang dibeli disini tidak boleh keluar dari Batam, kalau mau keluar, ada beberapa perijinan yang harus diselesaikan tentunya.

Kembali ke tempat kesukaan. Karena saya hampir mengikuti pertemuan dengan bule satu ini, jadi banyak hal yang bisa saya pelajari serta banyak informasi yang sangat berguna bagi kami semua dan juga, kami pun mendapatkan cerita tentang pengalamannya selama di Indonesia yang lamanya hampir sepadan sama usia saya, haha. Beliau suka tempat yang masih natural, beberapa tempat yang beliau suka adalah Bukit Tinggi, Samarinda, serta Jayapura. Saya saja belum pernah sampai kesana, semoga kelak kesampaian, aammiin *ngarep*.

Oh ya, sampai mana tadi ya, malah kehilangan fokus, hehe. Tentang undangan ke rumah beliau, sebenarnya sudah hampir 2 bulan lalu saya serta beberapa teman ditawari. Namun karena jadwal yang sering tidak pas, baru beberapa waktu yang lalu saya bisa kesana, tepatnya setelah adanya pertemuan untuk belajar bersama. Saya pun menawarkan diri untuk mengantar beliau, karena memang saya ingin tahu letak rumahnya. Jadilah saya tukang ojek dadakan untuk seorang bule, hehe. Tidak apa, bukan tukang ojeknya yang dibahas, namun ini adalah suatu bentuk penghormatan terhadap seorang guru yang mengajari saya tidak hanya tentang bahasa inggris, namun lebih dari itu, yaitu tentang pelajaran kehidupan. Pelajaran apa saja yang saya terima, insyaallah kapan-kapan saya ceritakan.

Setelah kelas usai, saya meminta ijin untuk mengantar beliau dengan maksud untuk bisa tahu rumahnya. Walaupun sudah diberikan alamat sebelumnya, namun ya itu tadi, belum ada kesempatan kesana, jadi momen ini pas sekali, bisa mengantarkan, tahu rumahnya, dan tidak merepotkan banyak orang karena harus bertanya sana sini yang beresiko kesasar, haha.

Dengan helm pinjeman dari mas Rohman, sang recepcionist di tempat saya belajar, saya segera memboncengkan bule ini. saya bilang kepada beliau untuk jadi penunjuk jalan. Wah, serasa di luar negeri beneran, selama perjalanan, kami ngomongnya ya pake bahasa inggris. Jadi teringat lomba relly yang di tipi-tipi itu, navigatornya mengarahkan pengemudi untuk bisa melalui jalan yang pas, ya, mirip-mirip begitulah, walaupun ini pake sepeda motor bebek, kwek, kwek, hehe.

Kalau mengajar, bule ini selalu datang menggunakan kendaraan umum alias angkutan. Jangan dibayangkan angkutan yang ada di Batam ini seperti di Holland sana, jauh banget, seperti langit sama sumur bor dah. Namun ini juga menjadi salah satu pembelajaran bagi saya. Beliau sangat respect sama kendaraan umum walaupun terkadang kendaraan umumnya gak respect sama beliau. Beliau, yang menurut saya mampu membeli kendaraan pribadi, lebih memilih menggunakan kendaraan umum, kebiasaan yang terpatri dari Holland sana memang. Kebiasaan seperti ini nih yang seharusnya kita tiru, apalagi para pengguna kendaraan pribadi di ibukota kita, yang telah sukses membuat kemacetan hingga berjam-jam yang mengular naga panjangnya bukan kepalang sehingga menyebabkan para pengguna kendaraan umum bisa tua di jalan, bisa menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan daripada di tempat kerja.

Jarak dari tempat belajar kami ke rumahnya lumayan dekat, ditempuh dengan kecepatan kurang dari 60km/jam, sekitar 15 menit bisa sampai. Saya saja ingat jalan dan belokannya. Dari tempat belajar kami, lurus sekitar 30 meter, lalu belok kiri, lurus terus sampai ada perempatan, nunggu lampu merah sampai hijau, lalu belok kanan serta lurus terus. Disini nih ada yang aneh bin gak genah. Saat lurus dan sampai di sebuah perempatan lagi, lampu lalu lintas yang menyala itu adalah warna merah dan hijau secara bersamaan dan gak mau berubah. Lah, pertanda apakah ini?, kendaraan pun melaju seenaknya aja, ada yang berhenti, ada yang maju, ada yang maju sedikit-sedikit, ada yang sedikit-sedikit maju, ada yang nyelonong tiba-tiba, wah, resiko terjadi kecelakaan mengintai ini namanya. Dan saya pun pelan-pelan melewati perempatan dengan lampu lalu lintas yang sak kerepe udele dewe ini dengan banyak-banyak berdoa.  

Lalu dilanjutkan lurus lagi sampai ada belokan ke kanan, lurus terus melewati sebuah universitas negeri di Batam ini, melewati warung-warung yang berderet-deret, mulai warung penyet, nasi goreng, bandrek alias STMJ (tahu STMJ kan?), sate padang, kedai-kedai fotokopi serta penjilidan, rental komputer sampai warnet, SPBU, dan macem-macem, ah, malah inget jaman kuliah dulu, jadi pengen kuliah lagi, hehe. Eh, lanjut, lurus terus sampai ada belokan ke kanan. Lalu ada gapura perumahan dan masuklah saya kesana, masuk beberapa meter dan akhirnya sampai juga.

“Loh, rumahnya kok gelap mister?”, tanya saya. Dia menjawab, “istri saya belum pulang, masih kerja, anak saya ikut saudara ipar, kalau saya pulang, Agneta juga segera diantarkan ke rumah juga”. Agneta itu nama anaknya, lengkapnya Agneta Ramakers, masih sekitar 6 tahun, keturunan Indo-Belanda, kayak boneka Barbie anaknya.

“Did you have dinner?”, dia nanya balik. Wah, kalau ini saya tahu maksudnya, mau ngajak makan, hehe. “Yes, I did mister”, jawab saya, bukan bermaksud menolak halus, tapi saya memang masih kenyang, hehe, dan saya tahu beliau juga harus istirahat karena seharian bekerja dan baru pulang sekarang. “May be next time I will take it mister”, saya bilang gitu aja, beliau pun tersenyum dan mengucapkan terima kasih kepada saya atas tumpangannya. Sebelum pamit pulang, saya pun bilang, “Nice to be your student and nice to be your friend and good night mister”.

Setelah itu, saya pun pulang, untuk mengembalikan helm pinjaman terlebih dahulu, dan melewati jalan yang sama seperti tadi, menjumpai lampu lalu lintas yang bermasalah itu, kali ini lebih parah, lampu merah dan kuning hidup secara bersamaan tanpa mau berubah menjadi hijau. Lah kalau seperti ini, kapan saya jalannya? Hehe *lapor siapa nih???*

Batam, 4 Juli 2013

Arsyad Syauqi

OR Nurse

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: