Happy Birthday and Happy Holiday

16 Jun

#Turn On 30

Saya mendapatkan hadiah ulang tahun yang mungkin tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Hadiah apa saja yang saya dapatkan. Berikut ceritanya (berasa reportase wartawan aja, hehe).

Cerita bermula 3 hari yang lalu, tepatnya hari jum’at, tanggal 14 juni. Saya pikir semua akan berjalan biasa-biasa saja. Memang, esoknya, yaitu tanggal 15 juni merupakan hari ulang tahun saya, namun saya pikir teman-teman di OK (sebutan untuk kamar operasi yang berasal dari bahasa belanda) tidak tahu karena memang, asumsi saya, karena mereka jarang melihat papan pengumuman yang ada di basemen. Tapi, kata-kata itu terlontar saat saya akan maju menangani instrument pada operasi VATS (Video Assisted Thoracoscopy Surgery).

“Jadi besok kita makan-makan apa nih Syad?”, seketika kata-kata itu terlontar dari seorang teman dan prediksi saya ternyata salah. Wah, ternyata ada beberapa orang yang tahu dan benar saja, hari itu saya pun tidak luput dikerjain oleh teman-teman. Hemmm.

Hari sudah malam dan hampir menunjukan dini hari. Malam sebelum pergantian hari, saya diajak beberapa teman asrama untuk menonton Man of Steel, itu loh, versi barunya Superman yang denger-denger akan dibuat trilogy kayak Batman gitu. Kalau Batman kan ada Batman Begins, Batman The Dark Night, sama Batman The Dark Night Rises, nah, kalau Superman Man Of Steel ini, saya belum tahu kelanjutannya judulnya apa, belum searching lagi soalnya.

Ngomong-ngomong tentang Man of Steel, sebelumnya saya belum paham benar tentang film Superman. Dulu, saya tahunya hanya sebatas dari cerita komik dan kartun, kalau yang diangkat di layar lebar atau di TV yang sering diputar itu, saya kurang begitu suka. Misal, kenapa Superman menjadi lemah saat dekat dengan batu Krypton yang konon berasal dari planet asalnya, saya dulu tidak begitu tahu dan tahunya ya karena kemarin habis nonton itu.

Ada pelajaran moral yang bisa saya ambil dari Man of steel ini. ketika terjadi percakapan dengan ayahnya, ayahnya yang di bumi, bukan ayah yang berada di Krypton, karena saat masih di Krypton, si Clark Kent yang nama aslinya adalah Kal-El, nama Kal-El diberikan oleh ayah asilnya yang bernama Jor-El dan ibunya yang bernama Lara, ini masih bayi.

Percakapan antara ayah barunya yang ada di bumi ini dengannya, saat Clark tidak sengaja ketahuan menunjukan kekuatannya saat menolong teman-teman sekolahnya yang jatuh ke sungai bersama bus sekolah yang mereka tumpangi. Clark mendorong bus sekolah sendiri, yang dalam cerita digambarkan ia masih sekolah SMP kayaknya. Otomatis teman-temannya merasa memiliki seorang teman yang aneh dan tidak sedikit yang merasa ketakutan.

“Banyak orang yang merasa takut terhadap apa yang mereka belum ketahui”, inilah salah satu kalimat yang dilontarkan oleh ayahnya, Jonathan Kent, saat menasehati si Clark kecil.

Dari kalimat ini pun, saya melihat diri saya sendiri dan memang benar adanya. Terkadang kita merasa takut terhadap sesuatu yang belum kita ketahui, yang belum kita punyai ilmunya. Apa saja dalam keseharian kita. Karena yang ada dalam pikiran kita, rasa takut itu sudah seakan gampang masuk dan menguasai diri kita sehingga kita mudah sekali merasakan takut yang terkadang tanpa alasan yang jelas.

Seperti kebanyakan orang yang merasa takut kalau mendengar cerita saya tentang berbagai operasi yang saya ikuti. “Apa gak takut ya melihat orang dibedah setiap hari?”, kira-kira seperti itulah pertanyaan yang sering saya dapati. Simple, karena memang sudah menjadi kebiasaan dan ilmunya sudah saya pelajari, Alhamdulillah saya menjadi tidak takut lagi.

Namun, keberanian yang ada sekarang juga tidak begitu saja muncul, semua itu berasal dari proses yang saya jalani bertahun-tahun. Kalau ditanya saat pertama kali melihat orang dibedah, yang saat itu saya masih kuliah, ya ada rasa takut serta merinding begitu, namun, Alhamdulillah bisa saya atasi.

Wah, kok jadi ngelantur kemana-mana ya, hehe. Kembali lagi melanjutkan cerita dini hari. Setelah lewat jam 12 malam. Suara-suara itu muncul. Bukan suara makhluk halus atapun suara jangkrik yang mengeong, hah, mengeong?. Just kidding ya, hehe. Ada suara dari ujung sana yang memberikan ucapan ulang tahun serta berbagai doa yang banyak saya amin kan. Walaupun lewat handphone yang notabene menjadi suatu fakta bahwa jarak antar pulau ini memisahkan, namun, insyaallah rasanya dekat saja, haha. Just keep in touch and keep closer.

Saya mendapatkan ucapan dari ibu saya yang kemarin suaranya, Alhamdulillah, terasa gembira sekali. I really appreciate that mom. Karena sebelumnya, saudara-saudara saya yang lain, baik yang di Jogja dan di Ponorogo, saling mengingatkan akan hari ulang tahun saya. Perlu diketahui, saat saya masih di Kudus, hal ini tidak begitu menjadi kebiasaan, namun, setelah kami berada di tempat yang berbeda dan berjarak, seakan semua ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan.

Lalu saya mendapatkan telepon dari adik saya, Mahfud, yang menyempatkan diri untuk menghubungi saya lewat wartel. Saya masih ingat betul percakapan singkat itu, suaranya semakin mantap serta kemampuan bahasa inggrisnya sudah maju pesat, karena memang saat menelpon saya memancingnya untuk menggunakan bahasa inggris. Lalu saya mendapatkan ucapan selamat dari mba saya yang ada di Jogja sekarang.

Lalu, di OK sendiri. Saya masuk pagi kemarin itu. Baru sampai di basemen, setelah selesai melakukan absensi dengan menggunakan system fingerprint, teman-teman kru OK yang datang pagi itu, masih di jalan padahal, sudah memberikan ucapan selama kepada saya. Otomatis, teman-teman dari ruangan lain yang pagi itu melintas serta beberapa orang yang sedang antri mengambil makan di kantin pagi itu, pada melihat saya. Gak karuan pokoknya yang saya rasakan saat itu. Senang yang bercampur banyak hal. Memang, boleh dikatakan saat bekerja inilah, hari ulang tahun saya dirayakan oleh banyak orang.

Bahagia itu sederhana, keadaan yang menyenangkan serta banyak orang yang tersenyum tulus saat mengucapkan ucapan selamat serta doa yang mereka ucapkan, lebih dari cukup untuk membuat saya bahagia. Karena dengan doa-doa yang baik, insyaallah sudah memberikan saya hal yang baik juga. Pagi itu, akhirnya kami makan nasi padang, jreng, jreng. Hehe, saya meminta tolong kepada bulek hesti, kru farmasi yang bertugas di OK, untuk memesan sejumlah orang yang dinas pagi, ditambah teman-teman di CSSD dan ada beberapa mahasiswi yang sedang menjalani praktik lapangan di OK.

Setelah nasi padang datang, kami bergantian makan, ya, bergantian, karena memang saat kemarin itu masih ada operasi pada pasien hipospadi serta persiapan operasi pada pasien yang ada polip di hidungnya. Serta untuk teman-teman yang jaga siang, saya memesan jus buah untuk mereka, itu semua atas saran bulek hesti. Terima kasih atas semua yang sudah menikmati hidangan ultah saya ya, hehe, dan lebih dari itu, terima kasih atas ucapan selamat serta doanya, you are the best friend !!!.

Namun, cerita tidak berhenti sampai disitu, hadiah utama belum dikeluarkan. Pagi harinya, memang kami ada empat operasi, dan sorenya hanya ada satu. Ya, awalnya hanya ada satu, yaitu debridement mastitis sinistra. Setelah jam menunjukan sudah pukul dua siang, saya pulang dan segera istirahat, kalau-kalau nanti dipanggil lagi karena hari ini saya oncall.

Benar saja, setelah shalat maghrib, saya dipanggil. “Syad, tolong berangkat ya, ada cito craniotomi, ini hadiah ultahmu ya, hehe”, suara di ujung telepon itu. Craniotomi dekompresi pada pasien tumor otak menanti saya. Saat saya datang, di OK sedang jalan 2 operasi, yang satu ada SC dan saya maju operasi craniotomi. Mulai jam 7 malam, dan selesai jam 1 dini hari. Itupun belum selesai, masih ada cito debridement + OREF, itu lho, operasi pada pasien yang mengalami patah tulang terbuka di bagian tulang femur, karena lukanya terbuka, maka harus segera dioperasi. Semua itu selesai jam 4 minggu dini hari.

Oleh seorang teman sejawat, saya di mention di twitter dengan tulisan, “hadiah milad nih, nasi padang berbalas tumor otak”, hemm. Ya, sudah bagiannya kali ya. Hadiah ultah saya, semalaman begadang di OK, dari habis maghrib sampai menjelang shubuh. Disyukuri saja, toh berarti hadiah saya adalah kesempatan untuk bisa menolong orang lain. Semoga pasien yang kami operasi bisa segera baikan, aammiin.

Lalu hari kemarin, saya mendapatkan hari libur. Saya beserta teman-teman OK yang sedang lepas jaga, pergi ke studio foto untuk foto bersama, ya, kayak foto keluarga gitu. Dengan berbagai pose dan gaya kami peragakan. Serasa jadi foto model, hanya saja kurang pengalaman, ya, itu saja. Kesempatan liburan bersama kru OK seperti ini memang jarang-jarang kami lakukan, karena kesibukan di tempat kerja dan tentunya ada kegiatan masing-masing.

Happy birthday dan juga happy holiday. Alhamdulilah memberikan saya kebahagiaan dari sebuah kebersamaan di perantauan ini. kelak, sepotong kenangan ini akan benar-benar saya rindukan. Terima kasih kepada semua orang yang mengucapkan ucapan selamat dan doa, yang lewat telepon, sms, facebook, twitter, dan juga yang secara langsung. Terima kasih juga buat @erhasz yang memberikan saya sebuah bingkisan menarik kepada saya, sebuah kaos yang didatangkan langsung dari jawa timur, kaos manufacturing hope nya @iskan_dahlan.

Once more, terima kasih untuk semuanya….*sungkem*

Batam, 17 Juni 2013

Arsyad Syauqi

O.R. Nurse

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: