Yang Berubah, Yang Dinanti

12 Jun

#Turn On 28

Semua pasti sependapat jika saya bilang untuk memulai kebiasaan yang baru itu pasti sangat berat, dalam hal apapun. Sebagai contoh, orang yang terbiasa bangun siang jika disuruh bangun pagi, pasti masih sering telat. Lalu, orang yang terbiasa makan banyak dan suatu ketika dia diajak ke tempat makan mewah yang makanannya memang mewah namun sedikit secara porsi, pasti sampai rumah bisa dipastikan nambah makan lagi, dan untuk kasus saya sendiri, memulai kebiasaan membaca dan menulis ini juga bisa dibilang tidak mudah, karena memang sebelumnya hal ini tidak menjadi kebiasaan.

Saya teringat ketika masa kecil dulu, pernah saya meremehkan pentingnya kegiatan membaca. Saat masih kelas 1 SD dulu, saya masuk dalam golongan siswa yang cepat dalam menguasai abjad dan tentu saja membaca. Namun satu kesalahan saya di masa lalu yang memilki dampak sampai sekarang, dampak yang fatal menurut saya, ketika saya diberikan PR untuk membaca, saya sering mengacuhkannya, dengan alasan, toh ketika esok harinya saya disuruh maju ke depan kelas dan membaca, saya yakin pasti bisa. Inilah kesalahan di masa lalu saya yang masih sering saya sesali sampai sekarang. Namun, penyesalan tanpa perbaikan tidak akan menghasilkan dampak apa-apa. Kalau hanya menyesal tanpa adanya perubahan, ya sama saja.

Boleh sekarang orang bilang saya keranjingan membaca, kemana-mana sering membawa buku dalam tas saya, kalaupun tidak, saya membaca melalui berbagai tulisan yang ada dalam gadget saya. Mengapa saya melakukan hal yang sedemikian?

Ada hal paling mendasar yang saya pahami, tidak ada keberhasilan yang didapatkan melalui jalan pintas, kalau dalam pepatah, saya sering mendengar “sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”.

Anda pernah membaca La Tahzan nya ‘Aidh bin Abdullah Al-Qarn? Kalaupun belum, saya juga belum membacanya, secara keseluruhan tapi, namun penggalan-penggalan tulisannya saya sudah membacanya, seperti salah satu tulisannya yang menyinggung tentang manfaat membaca seperti yang dikutip dalam page facebook nya Tere liye berikut ini,

Manfaat membaca menurut ‘Aidh bin Abdullah Al-Qarn :

1. Membaca menghilangkan kecemasan dan kegundahan.

2. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk dalam kebodohan.

3. kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas yang tidak mau bekerja.

4. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata.

5. membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berfikir.

6. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan meningkatkan memori dan pemahaman.

7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan, kebijaksanaan, dan kecerdasan orang-orang yang berilmu.

8. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya baik untuk mendapat dan merespon ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari disiplin ilmu dan aplikasi didalam hidup.

9. keyakinan seseorang akan bertambah ketika ia membaca buku-buku yang bermanfaat, terutama buku-buku yang ditulis oleh penulis-penulis yang baik. Buku itu adalah penyampai ceramah terbaik dan ia mempunyai pengaruh kuat untuk menuntun seseorang menuju kebaikan dan menjauhkan dari kejahatan.

10. membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia.

11. dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak data dan mempelajari berbagai model kalimat, lebih lanjut lagi ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis “diantara baris demi baris” (memahami apa yang tersirat)

Saya juga mengamini Bang Darwis Tere Liye dalam pendapatnya mengenai membaca, berikut pendapatnya,

1) Tak akan merugi orang2 yg menghabiskan waktu dgn membaca buku.

(2) Membaca adalah hobi orang2 yg taat agama. Karena perintah pertama agama adalah membaca. Dan Tuhan mengajarkan ilmu pengetahuan dengan perantara kalam (pena/tulisan)

(3) Membaca itu jika tidak bermanfaat sekarang, esok lusa akan berguna. Maka banyak2 membaca sekarang, esok lusa akan berguna banyak. Tidak akan menyesal orang2 yg suka membaca.

(4) Banyak sekali salah paham, buruk sangka, tuduhan, hinaan, bahkan perang antar umat manusia tdk akan terjadi jika semua memilih membaca dulu dengan baik daripada bicara dulu. Betapa menariknya kebiasaan membaca.

(5) Orang-orang sok tahu, pada umumnya sedikit sekali membaca buku. Termasuk sok tahu di jejaring sosial, minim sekali membaca buku. Tapi dengan senang hati, maksimal sekali menunjukkan hal tersebut lewat komen2nya.

(6) Maka membacalah. Kita bisa menggapai tepi-tepi pengetahuan hari ini dengan membaca. Bisa menyentuh pinggir2 kebijaksanaan orang tua dengan membaca. Dan yang lebih menakjubkan lagi, kalian bisa membuka tepi itu, pinggir itu lebih jauh lagi.

(7) Jaringan perpustakaan nasional Singapura, mengacu data tahun 2007, dikunjungi oleh 37 juta pengunjung, alias 100.000 lebih pengunjung per hari. Masih mau bertanya kenapa Singapura masuk dalam daftar negara2 maju, bersih, jujur, dan hal2 menakjubkan lainnya?

Itu artinya, dalam setahun, rata2 penduduk Singapura berkunjung ke perpustakaan nasional mereka 7,4x (diluar toko buku, kafe buku, dsbgnya). Nah, kalau kota Jakarta mau menyamai Singapura, kita harus memiliki 74 juta pengunjung di jaringan perpustakaan daerah Jakarta. atau kalau seluruh Indonesia 1,7 milyar pengunjung di jaringan perpustakaan nasional seluruh Indonesia.

 

Mari didik anak2 kita agar suka membaca. Jangan biarkan, justeru orang lain yang lebih paham betapa pentingnya budaya membaca. Indonesia ini mayoritas muslim, di mana perintah pertama agamanya adalah: bacalah.

(8) Segera tanamkan kebiasaan membaca ke anak2 kita, secepat mungkin. Biasakan mereka dengan buku2, batasi televisi, dan sejenisnya. Jangan biarkan anak2 meniru generasi kita, orang tuanya yang jarang membaca.

Beda antara sebuah bangsa yang mendidik anak-anaknya untuk suka membaca dengan tidak bisa sebesar: yang satu tumbuh maju mengirim astronot ke luar angkasa; yang satunya lagi, duduk di balai2 bambu di malam dingin, sambil ngopi, berbual cerita hanya menatap luar angkasa.

(9) Terakhir, omong kosong bila membaca itu butuh uang, apalagi mendaftar argumen: harga buku2 mahal.

Lihatlah sekitar kita:

— menghabiskan ratusan ribu untuk pulsa setiap bulan no problem

— sekali makan di kedai fast food puluhan ribu nggak masalah

— beli gagdet jutaan, beli kosmetik, pakaian, dsbgnya tidak jadi perdebatan

— dan lebih menakjubkan lagi, sehari merokok 1-2 bungkus, hingga 10rb/hari, lumrah saja di negeri ini.

Membaca hanya butuh niat. Tidak memiliki niat-nya, maka jangan salahkan hal lain. Salahkan diri sendiri. Bisa pinjam, menambah teman dan silaturahmi. Bisa ke perpustakaan, bisa apapun, kalau memang niat membaca. (Tere Lije)

Tulisan saya kali ini memang lebih banyak  mengutip pendapat orang karena dari orang-orang pandai seperti itulah saya belajar. Dari merekalah saya memahami, bahwa perubahan dalam hidup ini itu perlu dilakukan, dalam hal apapun, terutama dalam hal kebaikan, dalam hal ini juga untuk kebiasaan membaca.

Karena dari membaca, maka saya bisa belajar untuk menulis, menulis apa saja, sekehendak hati, sebagai latihan membentuk karakter saya serta tulisan saya, melalui membaca, seperti pendapat diatas, saya bisa mendapatkan banyak hal yang tidak didapatkan oleh mereka yang tidak membaca.

Mari kita berubah, tidak hanya orang lain yang akan merasa senang dengan perubahan kita, bahkan diri kita pun akan lebih senang dengan perubahan yang terjadi dari diri kita sendiri. Mari kobarkan semangat pembaharuan, semangat untuk menggapai hal yang lebih baik lagi.

Saya berdoa untuk anda semua, dimanapun anda berada, semoga Allah senantiasa melindungi kegiatan anda semua serta memberikan kesempatan untuk bisa membaca lebih banyak, membaca hal yang tertulis serta yang tidak tertulis, membaca segala yang tersirat dan yang tersurat, serta saya juga mohon doanya agar saya bisa tetap membaca dan mempelajari banyak hal dariNya, aammiin..

Batam, 13 Juni 2013

Arsyad Syauqi

O.R. Nurse

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: