Segelas Coffeemix, Secangkir Senyuman

23 Mei

21 Mei 2013

#Turn On 18

“Kedatangan sampai kepulangan tidak ada kedudukan”. Begitulah kata-kata yang akrab terdengar di telinga saya dan teman-teman, selaku kru kamar bedah, untuk menggambarkan salah satu situasi saat jaga. Ada apa dengan kata-kata ini? Saya ingin berbagi dengan anda semua.

Bagi anda yang pernah mengalami bagaimana rasanya menghadapi Ujian Nasional atau UN, pasti pernah merasakan yang namanya capek dan letih saat belajar. Rasanya terkadang waktu saat menghadapi UN serasa kurang untuk belajar. Bahkan sampai ada yang begadang belajarnya. Lelah dan letih sudah menjadi teman akrab, dan saat hasil UN diumumkan dan anda termasuk salah satu yang lulus. Betapa perjuangan sebelum UN serasa terbayar sudah. Lelah dan letih saat belajar, saat begadang, berubah menjadi buah yang sangat manis, semanis senyuman siswa siswi yang bersyukur atas kelulusannya.

Lah kok saya malah cerita tentang UN ya, hehe. Back to the point. Analogi tentang UN diatas, mungkin itu yang saya rasakan saat jaga jaga tadi malam.

Kalau bicara tentang operasi, sesuai pengalaman saya, ada operasi yang berdurasi sebentar, sedang, dan lama menurut pandangan saya. Seperti operasi eksisi, contohnya, eksisi lipoma, eksisi soft tissue tumor, eksisi clavus, dan berbagai macam eksisi. Dokter bedah biasanya melakukan operasi seperti ini dengan durasi waktu “sebentar”, maksudnya “sebentar” ya tidak membutuhkan waktu yang lama, biasanya 10 sampai 20 menit, itu tidak dihitung dari proses pembiusan. Kalo ditambah proses pembiusan ya kira-kira ditambah 10 menit persiapan biasanya.

Lalu operasi seperti SC (Sectio Cesaria), operasi Hernia (tedun), operasi appendiktomi (pengangkatan usus buntu yang terinfeksi), operasi cimino/ AV Shunt (menyambung arteri dan vena untuk persiapan cuci darah), operasi hemoroidektomi (pengangkatan ambient/wasir), bisa saya kategorikan sebagai operasi “sedang” dalam durasi waktunya. Biasanya berkisar antara 30 menit sampai 90 menit, bisa lebih bisa kurang ditambah persiapan dan pembiusannya juga.

Dan untuk operasi yang berdurasi lama, contohnya adalah kraniotomi tumor otak (pengangkatan tumor otak), ORIF pada multiple fraktur (pemasangan plat dan screw pada orang yang mengalami patah tulang dengan lokasi patah yang lebih dari satu). Namun, itu semua bisa menjadi cepat juga tergantung jam terbang dokter bedahnya, tim operasinya, dan juga, alat yang digunakan.

Jika alat yang digunakan masih standar lama, atau kita sebut saja masih jadul. Bisa memakan waktu lama, misal tumor otak, saya pernah mengikuti operasi ini saat pelatihan dulu bisa sampai 12 jam, ya 12 jam, dan terakhir saya mendapatkan kabar tentang operasi serupa bisa dilakukan kurang dari 4 jam, karena menggunakan teknologi yang sudah lebih canggih.

Saat jaga malam, ada teman yang bilang untung-untungan, maksudnya, beruntung kalau tidak ada operasi, jadi bisa mengecek berbagai hal di ruang operasi dan bisa menyiapkan ruang dan alat untuk operasi hari berikutnya, namun jika ada operasi yang lama, ya itu namanya rejeki yang harus disyukuri juga.

Seperti pasien yang mengalami adesi (perlengketan) pada ususnya, beberapa pasien yang pernah dilakukan operasi pada bagian perutnya, semisal Sesar, pengangkatan usus buntu yang sebelumnya telah terjadi perforasi/usus buntunya, bisa terjadi perlengketan di dalam rongga perutnya, termasuk ususnya. Dan tentu saja, perlengketan ini bisa mengganggu, hal ini bisa juga anda baca pada berbagai artikel yang tersebar di dunia maya.

Tim operasi, termasuk saya yang bertugas sebagai Scrub Nurse, melakukan operasi dengan tujuan “pembebasan perlengketan usus”, kalau di dalam buku sejarah kan ada yang namanya “pembebasan Irian Barat”, ya beda-beda tipislah topiknya, hehe.

Karena perlengketannya hebat, ya tentu saja durasi operasinya juga lama. Saya yang jaga malam (start jam 9 malam), melanjutkan tugas dari teman yang jaga sore, karena operasinya dimulai sekitar pukul 6 sore, dan masih berlanjut sampai pagi, hehe.

Saya dan asisten yang jaga malam melakukan tugas, lalu sekitar pukul 1, dokter bedahnya ijin undur diri sebentar karena sudah hipoglikemi (kadar gula dalam darah menurun alias harus segera makan, kalau tidak, beresiko bisa pingsan), lalu selanjutnya, asisten saya undur diri karena tidak kuat dan segera digantikan, maklum, beliau habis sakit beberapa waktu yang lalu, dan saya? Siapa yang menggantikan???

Dokter bedahnya menemui penyulit dalam perjalanan operasi, lalu segera konsul ke dokter bedah bedah digestif (dokter bedah yang khusus menangani masalah organ pencernaan), saat itu waktu menunjukan pukul 2 pagi, dan saya sudah berdiri selama 5 jam. Saat menunggu dokter konsulen datang, saya ijin undur diri sejenak, saya segera membuat minuman hangat manis, ya, Segelas Coffeemix hangat, segera saya minum, lalu membasuh muka lagi dengan air wudlu, dan selanjutnya cuci tangan kembali untuk melanjutkan operasi, sampai pagi, hehe.

Namun dibalik semua itu, saya menjadi seperti ini berkat ijin dari Allah SWT. Bersyukur harus tetap dilakukan, kapanpun dan dimanapun, termasuk saat saya bekerja dalam kondisi seperti ini. Karena apa, setelah semua selesai, operasi bisa berjalan lancar, dan pasien bisa kembali ke ruangan, merupakan masa-masa senyuman mengembang, Alhamdulillah.

Alhamdulillah, berkat segelas Coffeemix manis hangat, saya bisa melanjutkan pekerjaan saya sampai pagi, hehe. Dan untuk hari ini, siap-siap untuk jaga malam yang kedua, semoga semua aman terkendali, peace !!!

Arsyad Syauqi

O.R. Nurse

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: