Baksos Operasi Bibir Sumbing x Ucapan Selamat Ulang Tahun x Banyak Senyuman

15 Mei

#Turn On 14

Saya masih memegang perkataan Muhammad Ali, “Aku sangat membenci tiap menit dalam latihanku. Namun kataku, jangan menyerah. Lebih baik berlelah-lelah sekarang dan tinggal menikmati hasilnya di akhir nanti”.

Setelah menulis 3 hari yang lalu, terkait dengan Hari Perawat Sedunia. Sore harinya saya menelpon Ibu saya, saya meminta doanya karena 2 hari kedepan saya akan mengerjakan banyak hal. 2 hari jaga malam ditambah ikut satu shift operasi baksos dan di hari lepas saya terjadwal oncall. Baiklah, ini memang yang menjadi agenda saya.

Jaga malam yang pertama, saya bersama teman saya membantu persiapan operasi yang akan diadakan hari seninnya, yaitu 2 hari lalu, 13 Mei 2013. Alhamdulillah rumah sakit tempat saya bekerja rutin mengadakan operasi baksos bibir sumbing tiap tahunnya. Semoga tahun depan juga ada.

Kadang bekerja sama dengan Opmile.org yang jaringannya sudah mendunia, seperti tahun kemarin yang bertemakan “Singapore-Kepri Friendship Mission”, dan tahun ini Alhamdulillah mendapatkan sponsor dari PT Tempo Scan Pasific yang bekerja sama dengan Hayandra Foundation dan tentu saja dengan tempat saya bekerja, Rumah Sakit Awal Bros Batam.

Setelah jaga malam yang pertama, paginya saya langsung istirahat karena siangnya saya harus masuk lagi. Fisik memang masih agak letih, namun insyaallah semua akan membawa berkah, saya percaya ini. Siang hari saya langsung ke RS untuk menggantikan tim pagi. Total ada 27 pasien yang dioperasi. Baik yang bibir sumbing, kelainan langit-langit mulut, ataupun satu pasien yang memilki kelainan pada bibir dan langit-langit mulutnya.

Kami (perawat intern) bergabung dengan 3 dokter spesialis bedah plastik dan 2 perawat yang datang dari Jakarta. Ada dokter Kuswan, Sp.Bp, dokter Ayu, Sp.Bp, serta yang memilki yayasan, dokter Karina, Sp.Bp, serta mbak Lady dan mbak Suri.

Ketika saya datang, sudah 12 dari 27 pasien yang selesai dioperasi. Masih ada 15 pasien lagi. Bismillah. Mari kita kerjakan, hehe. Diiringi musik dari radio Sing FM, kami melakukan tugas dengan jobdesc masing-masing.

Ada yang bertugas di bagian pembiusan (anestesi), onloop (sirkuler), bagian mengantar dan menjemput pasien, bagian pemulihan (Recovery room), dokternya yang bertugas melakukan operasi, dan tentu saya dan teman-teman di bagian Scrub, kami mengurusi instrument (alat operasi) selama operasi.

Semua tim pasti merasakan lelah dan capek. Semua bekerja dari pagi sampai malam. Saya melihat jam menunjukan pukul 22.00 ketika semua selesai dibereskan. Namun apa yang menjadikan kami bersemangat? Melihat anak-anak kecil yang bisa menunjukan senyumnya kepada dunia, dengan senyum barunya.

Apakah pembaca pernah melihat anak yang memilki kelainan bibir sumbing? Coba bayangkan ketika setelah dioperasi, dengan bentuk bibr barunya yang tersenyum kepada dunia. Senyum semacam ini, adalah senyum tulus yang mampu membangkitkan rasa yang ada di dalam hati kita, yang paling dasar sekalipun.

Setelah selesai, dan tim akan beristirahat, saya melanjutkan jaga malam. Kalau dibilang tidak letih, berarti saya berbohong. Saya berharapnya jaga malam ini tidak ada operasi emergency atau cito. Sehingga kami bisa menyelasaikan bersih-bersih ruangan sekaligus menyiapkan persiapan untuk operasi esok harinya. Namun setelah tengah malam, kami dihubungi dari UGD, mengabarkan ada operasi emergency, ya, inilah rejeki kami malam ini.

Seorang laki-laki, remaja tanggung yang berusia 15 tahun memboncengkan remaja tanggung juga, seorang perempuan berusia 16 tahun, mengalami kecelakaan. Yang laki-laki mengalami internal bleeding (perdarahan dalam perut, dicurigai hati nya mengalami trauma), dan yang perempuan mengalami patah tulang di berbagai tempat.

Terkadang kalau ada kejadian seperti ini, kami pun saling melempar pertanyaan. Kan masih 15 tahun, apakah anaknya yang nekat membawa motor, akibat pergaulan kah, atau harus terus terang menyalahkan orang tua?. Ini bisa menjadi bahan renungan kita bersama.

Operasi emergency yang pertama, harus segera menghentikan perdarahan yang terjadi. Segera kami panggil tim oncall, lalu dokter bedahnya pun datang. Segera operasi dimulai, setelah dilakukan eksplorasi, ternyata hati nya baik-baik saja, namun perdarahan belum juga berhenti. Setelah ditelusuri lebih jauh, ternyata perdarahan berasal dari daerah retroperitoneal, sumber perdarahan berasal dari ginjal.

Segeralah dokter urologi dipanggil untuk operasi bersama. Setelah dokter urologi menjelaskan kepada keluarga, akhirnya keluarga pun setuju. Ginjal tidak bisa dipertahankan dan harus segera diangkat. Pengangkatan ginjal sebelah kanan pun Alhamdulillah berhasil dilakukan, operasi selesai,dan pasien dikirim ke ICU untuk perawatan masa kristis.

Dan yang perempuan, akan menjalani operasi pada pagi harinya yang tentu saja dengan tema-teman jaga pagi.

Setelah jaga malam 2 hari ditambah satu shift operasi baksos, saya beristirahat lebih lama dari biasanya, tidur dari pagi sampai sore, bangun sebentar di siang dan sore untuk makan dan melaksanakan shalat. Dan malamnya, saya dipanggil kembali, karena memang terjadwal oncall, ada operasi laparatomi KET.

Capek, lelah, itu memang yang saya rasakan. Namun terbayar dengan hari ini, sebuah telpon dari Kudus mengabarkan dua hal. Saya pun bisa tersenyum mendengar kabar ini. Pertama, nenek saya, ibu dari ibu saya, beserta bulik, adik dari ibu saya. Siang ini akan pergi Umrah, mengunjungi Makkah Al Mukarromah dan Madinah Al Munawwaroh. Dari ujung telpon, nenek saya minta doa kepada kami, saya dan saudara saya yang disini, agar perjalanan mereka lancar. Tidak lupa saya pun nitip doa dari mereka ketika sampai disana.

Yang kedua, adik kandung saya yang sekarang sedang berjuang menuntut ilmu di Pondok Modern Gontor, Gontor 1, yang juga tempat Bang Ahmad Fuadi, sang penulis trilogy Negeri 5 Menara dalam menuntut ilmu, hari ini dia berulang tahun yang ke 16. Wah, lumayan lama saya tidak bertemu dia ternyata. Ucapan selamat teriring ribuan doa kupersembahkan padamu, adikku, Mahfud Wafda, semoga umurmu berkah, perjuanganmu lancar disana, aku tahu bagaimana perjuangan beratmu disana, semoga Allah memberikah hasil yang terbaik buatmu. Kejarlah impianmu untuk belajar ke berbagai penjuru dunia, aku juga tidak akan menyerah sampai disini, aku juga tidak mau kalah denganmu.

Rasa letih, itu adalah harga yang harus dibayar sekarang untuk mendapatkan banyak senyuman di masa depan nanti. Meminjam kata-kata Gus Mus, “tidak ada kata belajar itu mudah, belajar itu memang sulit, tapi tidak mustahil untuk dilakukan”.

Ini semua adalah harga yang harus kami bayar di awal, semoga dalam proses ini, kami selalu dalam bimbinganNya, semoga kami diarahkan di jalanNya.

Dan insyaallah bulan depan, di tempat saya bekerja akan ada baksos lagi, tidak bibir sumbing, namun baksos operasi katarak, semoga saya bisa ikut andil dalam kegiatan kemanusiaan seperti ini, amiin.

Tetap semangat untuk semuanya…..

15 Mei 2013

O.R. Nurse

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: