Jarum Pentul yang Berubah Jadi Corpal, Bukan Corporal

11 Mei

#Turn On 12

Inilah yang yang terjadi. Ya, benar-benar terjadi. Rasa senang yang terkadang menjadi hal yang kurang baik. Karena apa? Rasa senang yang malah menjadi hambatan untuk melangkah kedepan. Lhah kok bisa?, iya, bisa, karena saya dihinggapi perasaan “sudah puas” dengan hasil kemarin. Padahal kurang baik kan?, iya, saya menyadarinya, kemarin memang tulisan saya dimuat dalam blog yang isinya perawat-perawat yang tersebar di 5 benua.

Saatnya bangkit dari rasa “puas” yang perlahan-lahan bisa berubah menjadi pembunuh berdarah campuran, lhah, emang Harry Potter, hehe. Whatever lah.

Tiap hari pasti selalu ada kejadian yang menarik untuk diceritakan, entah itu saat kita di rumah, di kos, di jalan, di kampus, di tempat kerjaan, bahkan saat melamun sekalipun. Sudah banyak contohnya, berbagai social media menjadi ajang saling share tentang keadaan apapun dari sang pemilik akun. Ada yang mencerahkan, dan ada juga yang menyesatkan.

Seperti di media Twitter, wiiih, anda bisa membaca berbagai hal yang sangat bermanfaat, namun anda juga menemukan akun-akun yang bisa merusak pribadi anda. Ya, kembali lagi ke pribadi masing-masing deh. Iya gak?

Cerita bisa datang dari mana saja, bisa dari bacaan, bisa juga datang dari pengalaman seseorang. Saya punya cerita yang menarik untuk di share.

Ada cerita dari seorang teman yang menjadi perawat anestesi di tempat saya bekerja. ketika itu, ia melakukan tindakan anestesi di ruang endoskopi bersama dokter spesialis anestesi, karena ada pasien yang tidak sengaja menelan jarum pentul. Lhah, kok bisa? Begini ceritanya.

Pasien tersebut datang dengan keluhan habis menelan jarum pentul. Ketika ia sedang memakai jilbab, ia punya kebiasaan meletakkan jarum pentul tersebut di mulut alias digigit. Nah, ada temannya yang mungkin niatnya bercanda, mengagetkannya dari belakang. Dan hasilnya, jarum pentul tersebut dengan mulus masuk kedalam mulut dan sampailah di tenggorokan.

Kalau dalam istilah medisnya, ini disebut Corpal (Corpus Alienum-Benda asing-red). Nah, namanya benda asing masuk dalam tubuh, kan bisa menjadi bahaya. Sebutir nasi saja kalau masuk tidak pada tempatnya, misal masuk ke saluran pernapasan, bukan ke saluran yang semestinya yaitu saluran pencernaan saja, bisa bahaya. Apalagi jarum. Nah lho.

Dalam beberapa kasus, kalau jarum pentul tersebut masuk dalam saluran pencernaan, bisa diharapkan keluar sendirinya lewat proses pencernaan. Keluar bersama sisa hasil pencernaan di pagi hari yang indah. Namun jika jarum pentul tersebut nyangkut entah dimana, ususlah, atau lambung lah, kan bisa bahaya. Itu kalau masuk ke saluran pencernaan.

Kalau masuk ke saluran pernafasan, apa paru-paru punya saluran pembuangan dari bawah seperti saluran pencernaan? Kan saluran pernapasan ya pembuangannya juga lewat hidung.

Dari cerita teman saya ini, kita pun bisa mengambil pelajaran, khususnya bagi teman-teman perempuan yang mungkin ada yang memilki kebiasaan seperti ini. Bahaya lho. Dan juga bagi teman-teman yang punya hobi ngagetin orang (emang ngagetin termasuk hobi ya?, saya juga kurang tahu, hehe). Apalagi ngagetinya dari belakang. Sudah banyak kejadian, di media cetak, online, bahkan sekedar cerita dari teman-teman yang bekerja di rumah sakit. Kan kalau bisa dicegah, itu lebih baik daripada diobati. Daripada harus dioperasi karena jarum pentulnya nyangkut kan, mending gak usah ke kamar operasi.

Jarum pentul, barang kecil yang sangat berguna bagi teman-teman perempuan yang berjlbab atau untuk kegunaan lainnya. Namun terkadang hal kecil juga bisa membawa musibah besar. Tergantung bagaimana kita memperlakukan hal kecil tersebut.

Bukankan setiap hal besar yang ada selalu dimulai dengan hak kecil???

***

Oh ya satu lagi, saya menulis ini tepat dini hari tanggal 12 Mei 2013, dan inilah hari yang diperingati sebagai Hari Perawat Internasonal. Lewat momen ini, mari kita tingkatkan komunikasi antar perawat yang ada di seluruh penjuru dunia, Mari kita jadi Superteam !!!

O.R. Nurse

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: