Saya Bukan Menghilang, Hanya Gangguan Sinyal

9 Mei

#Turn On 11

Saya dicari-cari oleh teman-teman tempat saya bekerja. Ada apa yang terjadi?, kenapa sampai ibu saya menelpon juga?, menarik untuk saya jadikan cerita.

Setelah jaga malam dua kali di tempat saya bekerja, tepatnya di kamar operasi di Rumah sakit di Pulau yang deket dengan Singapura ini. Saya mendapatkan dua hari libur, satu hari dinamakan lepas, dan satu hari berikutnya dinamakan libur. Hanya saja dalam kalender saya tidak ada yang namanya tanggal merah. Hehe. Apapun tanggal yang berwarna merah, bagi saya semuanya masih dan terus berwarna hijau, it’s mean, jalan terus.

Saat lepas, biasanya saya memang menghabiskan waktu seharian di asrama untuk istirahat, karena memang setelah dua kali jaga malam, tentu saja fisik ini perlu istirahat. Namun, karena sudah agak terbiasa seperti ini, maklum, sudah hampir satu setengah tahun saya berada di kamar operasi. Jadi ketika lepas setelah jaga malam yang kedua, saya biasanya tidur sekitar lima jam, lalu pergi jalan-jalan. Entah ke toko buku atau biasanya ke perpustakaan umum. Namun kalau lagi malas keluar, palingan setelah bangun, saya habiskan waktu berduaan dengan buku-buku, baik yang saya pinjam maupun yang saya beli, yang sudah mengantri untuk dibaca, atau kalau tidak, ya berselancar, di dunia maya tapi.

Lalu saat libur, saya biasanya pergi untuk jalan-jalan, biasanya sih memang ke toko buku lagi, hehe. Jarang ke tempat wisata, maklum, ketika kerja di rumah sakit, kami yang bekerja dengan sistim shift (gentian jaga-red), jarang ketemu di asrama, padahal tempat kerjanya ya satu ruangan. Jadi ketika libur, ya yang lain biasanya lagi pada jaga.

Dan untuk menulis sendiri, sebenarnya tidak ada waktu khusus. Ketika ada ide ya harus segera di eksekusi, biar gak kelamaan dan hilang idenya. Namun, saat libur memang paling enak untuk membaca dan menulis. Disamping pikirannya tenang gak diganggu sama pekerjaan, saya bisa lebih bebas, ya, sama aja ya. Seperti kejadian kemarin.

Sedikit banyak saya sudah ceritakan tentang jalan-jalan saya ke tempat saudara saya yang berada di Nongsa. Mengapa saya berani memutuskan untuk pergi kesana?. Ini yang perlu saya ceritakan. Terakhir kali saya kesana itu, lebaran tahun lalu. Berarti sudah hampir 9 bulan saya tidak kesana. Untung tidak sampai 9 bulan 10 hari, hehe. Seminggu yang lalu sebenarnya saya sudah ingin kesana, namun setelah libur, biasanya jadwal saya selalu pagi. Padahal kalau sudah ke tempat saudara saya tersebut, saya pasti tidak boleh pulang malamnya alias harus menginap. Makanya kemarin saya dengan santai mengiyakan untuk pergi kesana karena saya tahu, jadwal untuk hari setelah libur adalah siang.

Saat disana kemarin, selain diajak jalan-jalan ke beberapa pantai yang aduhai dan lumayan sepi, maklum, jalan-jalan saat mendung, ya sepi. Alhamdulillah saya bisa menulis dua artikel dalam satu hari. Artikel yang pertama tentang “Suatu malam di Nongsa” yang saya posting di Facebook dan Blog, lalu saya juga menulis artikel yang berjudul “The Giant Nurses Always Love Process” yang saya kirimkan ke forum Indonesiannursingtrainers.com sebagai salah satu keinginan saya untuk ikut share pengalaman tentang keperawatan di forum ini.

Nah, pagi hari sebelum pulang, saya menemukan ban depan motor saya dalam keadaan kempes (dalam keadaan tak ada isinya-red). Ya, kemungkinan bocor atau kurang isi anginnya. Waktu masih pagi, jadi, dimana saya bisa menemukan tukang tambal ban sepagi ini?. Alhasil saya harus menunggu dan memang dari dini hari sekitar pukul 01.00, handphone saya kok rada-rada aneh, ada tulisan “emergency calls only”, nah lho, saya kehilangan sinyal. Hai sinyal, dimana kamu. Saya tidak bisa membuka internet, tidak bisa sekedar telpon atau sms, benar-benar handphone ini seakan menjadi zombie.

Setelah matahari mulai beranjak agak tinggi, sekitar pukul 08.00 saya keluar dengan membawa motor yang ban depannya tak berisi ini, muter-muter mencari tukang tambal ban, Alhamdulillah ketemu. Segera saya antri dengan nomor urut pertama dan belum ada antrian yang kedua. Lalu disini, saya coba matikan handphone lalu saya nyalakan lagi. Begitu nyala, sontak ada telpon masuk, dari teman di kamar operasi, “Syad, kamu dimana, ini kamu dicariin banyak orang, HP mu dari tadi tidak bisa dihubungi, kamu masuk pagi lho, posisi dimana sekarang???”. Lhah, pikir saya, bukannya saya masuk siang ya hari ini, kok tiba-tiba diberitahu masuk pagi. Apa ada yang mengganti jadwal saya ya. Lalu saya bilang, “maaf mbak, bukannya saya hari ini siang ya, sebelum saya libur kemarin, jadwal saya hari ini masih siang, kok tiba-tiba jadi masuk pagi”. Ternyata eh ternyata, ketika saya libur, Koordinator kami mengganti jadwal yang sudah ada, hehe. Maklum saya menjadi tidak tahu dan orang-orang berfikir saya sudah tahu. Klop, tidak ketemu jadinya.

“Lalu gimana mbak, saya masih di Nongsa, masih tambal ban, kalau memang diperlukan sekarang, saya segera kesana setelah selesai disini”, saya melanjutkan pembicaraan. Lalu suara dari ujung sana, “yaudah, kamu masuk siang saja, lain kali kalau pergi, HP jangan dimatikan ya”. HP dimatikan???, itu bukan keinginan saya, lha wong tiba-tiba agak eror sendiri seperti ini. Setelah ban selesai diperbaiki, saya segera pamit dan meluncur ke asrama. Karena tidak jadi masuk pagi, saya masih punya cukup waktu untuk istrahat.

Siang hari, saat saya masuk, semua masih membicarakan tentang saya. Dikira saya hilang entah kemana sampai tidak bisa dihubungi, sampai saat saya operasi bersama dokter bedah Obsgyn pun ikut komentar, “Syad, katanya kamu tadi pagi hilang ya, kemana, dicari orang-orang tuh”, sambil bercanda saya bilang saja, “iya dok, sampai mau dibuatin poster DPO katanya, hehe, Daftar Pencarian Orang ilang”.

Masuk siang pun, saya bertemu dengan pasien yang seharusnya dioperasi pagi saat seharusnya saya jaga pagi tadi, baru datang langsung diminta cuci tangan untuk operasi Craniotomi pada pasien dengan stroke, lalu habis itu ada operasi emergency appendiktomy (ngambil usus buntu yang terinfeksi), laparatomi kistectomi (ngambil kista di rahim) dan yang terakhir jam 10.30 malam, emergency SC (Sectio Caesaria), setelah liburan, kerja juga harus maksimal.

Liburan penting, kerja penting, dan yang utama, belajar dari apapun itu yang selalu harus dilakukan. Saya hanya liburan kok, tidak menghilang, kalau dikira menghilang, bisa ditanyain sama operator seluler saya, mungkin mereka lebih tahu kenapa saya tidak bisa dihubungi, hehe, peace !!!

O.R. Nurse

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: