Hitung Kassa, dimulai

5 Mei

#Turn On 8

Sepandai-pandainya orang menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga. Mungkin inilah kata yang paling pas untuk membuka tulisan ini. Ada apa dengan bangkai, apa juga yang disembunyikan. Lalu mengapa ada orang yang menyembunyikan. Tenang, kita tidak akan berbicara tentang hal itu. Namun esensi dari kalimat itu, sungguh dalam maknanya.

Betapapun pandainya orang menyembunyikan bangkai, pasti akan akan diketahui orang lain juga. Begitu juga kita, kalau kita menyembunyikan segala sesuatu yang bersifat negatif, lambat laun akan diketahui orang juga. Apalagi kalau kita gemar menyembunyikan ketidak jujuran, itu sama saja dengan dengan bom waktu yang kapan saja bisa meledak, hehe.

Berbicara tentang jujur, saya punya cerita tentang kawan saya sendiri. Kalau bicara soal kemampuan, memang ia masih diatas saya. Beberapa waktu yang lalu ia masih menganggur alias tidak punya pekerjaan. Ketika ia meminta bantuan untuk dicarikan pekerjaan, ternyata keahlian tidaklah hal pertama yang dilihat, namun sifatnya yang dilihat, terutama kejujurannya. Track record kejujurannya dicari, ditanyakan kepada orang-orang di sekelilingnya. Alhamdulillah hasilnya baik, dan ia pun diterima bekerja.

Saya masih ingat dengan kata-kata guru saya dulu saat sekolah. Beliau menekankan, dalam suatu pekerjaan. Pihak penyedia lapangan pekerjaan lebih mudah untuk mengajari serta mendidik karyawannya dalam bidang keahlian dan kemampuan, namun soal attitude, ini hal yang harus dibicarakan sendiri. Dalam arti, seorang karyawan yang mempunyai sifat yang kurang baik, misal suka berbohong, suka mencuri, ini akan lebih susah untuk dididik daripada orang yang kemampuannya kurang, namun memiliki sifat yang baik. Bahkan dalam beberapa perusahaan, sangat tidak toleran dengan hal-hal yang berkaitan dengan bad attitude. Sekali ketahuan mencuri atau sekali ketahuan berbohong, maka imbalannya adalah dipensiunkan dini alias dipecat dan bonusnya, masuk dalam catatan hitam perusahaan.

Hal ini juga berlaku dalam pekerjaan saya sebagai perawat kamar bedah, posisi saya adalah sebagai Scrub Nurse alias perawat yang bertugas ngurusin intrumen saat operasi. Dalam hal ini, kejujuran dalam bekerja adalah hal yang paling utama, jika tidak jujur, resikonya adalah pasien bisa terkena infeksi pasca operasi. Lah kok bisa? Begini ceritanya.

Dalam setiap operasi, dibutuhkan peralatan yang steril. Yang bebas dari bakteri serta mikro organisme. Jadi alat-alat yang akan digunakan terlebih dahulu melalui proses sterilisasi yang dilakukan di CSSD (Central Sterile Supply Department). CSSD adalah unit yang bertanggung jawab atas pencucian dan distribusi alat yang telah disterilkan di rumah sakit. Ada beberapa macam teknik sterilisasi, salah satunya ada yang menggunakan teknik steam dengan suhu 134 derajat celcius, ada juga dengan menggunakan gas EO.

Setelah alat steril dan didistribusikan ke kamar operasi, tugas saya adalah membuka alat-alat tersebut. Terlebih dahulu saya membuka linen di meja instrument sebagai alas intrumen operasi nantinya. Dalam hal membuka inilah, kejujuran sangat diutamakan. Misalnya, ketika area steril tidak sengaja terkena tangan kita atau benda-benda yang tidak steril lainnya, ya kita harus bilang kepada tim operasi yang lain, dan kita segera mengganti instrument atau linen yang sudah tidak steril tersebut. Jangan malah disembunyikan. Kan area steril tersebut sudah menjadi tidak steril atau dalam bahasa kami, menjadi Un (Unsterile-red). Jika intrumen yang akan digunakan sudah tidak steril kan sudah barang tentu akan membahayakan pasien. Dan tentu saja, akan beresiko menimbulkan infeksi setelah operasi karena penggunaan barang yang tidak steril.

Lalu dalam setiap akan melakukan operasi, ada prosedur yang dinamakan Time Out. Jadi tidak hanya olahraga yang menggunakan istilah ini, hehe. Slogan ini berbunyi, No time out no scalpel, artinya, ketika prosedur time out tidak dilakukan, maka pembedahan belum bisa dimulai. Prosedur ini dilakukan oleh perawat kamar bedah, dan berisi informasi tentang pasien, pengenalan tim operasi kepada pasien, hasil-hasil pemeriksaan penunjang pasien, terapi atau obat-obat yang telah diberikan kepada pasien sebelum operasi, penegasan kepada operator bedah tentang bagian yang akan diinsisi (disayat), dan informasi-informasi lainnya.

Dalam saat pengenalan tim operasi, setelah operator dan asisten mengenalkan diri. Lalu saya juga sebagai perawat instrument juga mengenalkan diri, mulai dari nama, intrumen yang digunakan jumlahnya berapa, kassa x-ray (blue line) dan kassa non x-ray (non blue line), kassa besar dan depers yang disiapkan berapa, jumlah jarum berapa, dan mengecek sebelumnya tentang kesterilan instrument.

Mengapa perlu dihitung? Karena setelah operasi semua hal yang dihitung tadi perlu untuk dipertanggungjawabkan. Dalam operasi Sectio Caesaria misalnya. Dokter spesialisnya kan dalam melakukan operasi mengeluarkan bayi, tentu saja membuka sampai rahim si ibu, tentu saja dibutuhkan kassa dan depers untuk membersihkan darah guna memudahkan operator dalam menjahit serta melakukan control terhadap perdarahan.

Saat peritoneum (selaput yang melapisi semua organ perut termasuk rahim/uterus) akan dijahit, operator pasti bilang, “tolong hitung kassa”. nah, peran kejujuran disini bukankah sangat penting. Jika tidak menghitungnya dengan benar ataupun dengan sengaja menyebutkan jumlah kassa ataupun intrumen tidak sesuai, kan bisa bahaya. Bisa saja ada kassa bahkan instrument tertinggal di tubuh pasien. Bukankah ini sangat membahayakan. Anda boleh searching di internet tentang kejadian di kamar operasi, kassa bahkan instrument ada yang tertinggal di dalam tubuh pasien. Bukankah kalau ada kejadian seperti ini, patient safety menjadi tidak terpenuhi.

Bekerja serta melakukan apapun, salah satu pondasi terkuatnya adalah kejujuran. Ini memang perlu latihan dan pembiasaan. Mari berdoa semoga Allah senantiasa menjaga kita dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang jujur. Layaknya teladan kita, Baginda Muhammada SAW. Apakah ada yang melebihi beliau dalam hal kejujuran?

O.R. Nurse

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: