Orang-Orang dan Penilaian Semu

25 Apr

#Turn On 2

                Selamat siang bagi anda semua yang sedang menjalankan aktifitas, serta anda yang sedang istirahat guna melanjutkan aktifitasnya. Semoga kita senantiasa ingat kepada Allah, Sang Maha Pencipta, Sang Maha Segalanya. Semoga setiap hal yang kita kerjakan bisa bermanfaat bagi orang lain, bukankah Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain?

                Kebanyakan nih, saya memperhatikan, saya yakin anda juga, mayoritas orang yang ada beraktifitas seperti mencari ilmu, bekerja, ataupun aktifitas lainnya, terkadang hanya untuk mencari perhatian orang lain, jadi tidak dmaksudkan untuk konsen terhadap perkembangan diri sendiri. Jadi merasa senang hanya ketika setelah melakukan kegiatan ada yang mengucapkan, “wah, hebat ya”, “wah, anda pintar ya”, “anda melakukan pekerjaan yang bagus”, dll. Namun ketika tidak ada orang yang memperhatikan, pekerjaan yang dilakukan menjadi kendor, belajar pun ogah-ogahan, karena yang dicari hanya perhatian orang. maunya ya diperhatiin, lalu apakah ini bagus?.

                Mengutip perkataan Oscar Wilde yang tertulis dalam salah satu bukunya Paul Arden, “Sebagian besar orang adalah orang lain, Pikiran mereka adalah pendapat orang lain, Hidup mereka seperti bunglon, Hasrat mereka adalah kutipan”. Lalu dibawah tulisan itu ada pertanyaan, “Apa pendapat anda?. Saya merasa ini adalah kata-kata yang pas untuk melukiskan kebanyakan dari kita. Sering kali kita merasa diri kita begitu rendahnya hingga seakan tidak mampu berbuat apa-apa, dalam setiap kegiatan, dalam setiap hal dalam kehidupan kita. Dari yang remeh temeh sampai hal besar yang penuh resiko yang ditawarkan kehidupan kepada kita. Jika hak kebebasan berpendapat, kebebasan berfikir tidak pernah kita gunakan, maka tak ubahnya kita seperti bunglon yang selalu berganti warna tergantung kondisi yang ada. Kalau semak yang sedang dihinggapi berwarna hijau, ya berwarna hijau, kalau sedang di ranting pohon ya berwarna cokelat. Analogi dengan kita, kalau dalam sebuah kelas tidak ada yang bertanya seusai guru memberikan pelajaran, ya ikut diam saja. Kalau dalam pekerjaan ada yang bertindak menyimpang, ikut menyimpang. Kalau kebanyakan orang sudah tidak mau belajar lagi karena menganggap dirinya cukup, tidak mau membaca lagi, ya ikut-ikutan seperti itu. Hmmpt, kalau hanya menjadi bunglon dalam hidup ini, saya menganggap manusia-manusia seperti ini tidak bedanya dengan mayat hidup, karena hanya jasadnya yang bergerak kesana kemari, isinya sudah tidak ada, hehe. Apakah kita mau ikut-ikutan seperti itu juga?

                Bagi sebagian orang, terkadang penilaian orang sebegitu pentingnya, lihat saja, ada yang rela mengeluarkan uang banyak hanya ingin dikenal mirip dengan artis idolanya. Ada yang sesumbar kesana kemari hanya ingin diketahui ia telah melakukan hal yang baik. Ya, ada-ada saja kadang. Seorang bijak pernah berkata, “Orang besar biasanya tidak menunjukan kebesarannya”, seperti yang terkandung dalam ilmu padi, semakin berisi, semakin ia menunduk. Semakin banyak yang dipelajari, maka orang itu akan semakin menyadari ia bukanlah apa-apa dibanding masih banyaknya orang yang lebih pandai, masih banyaknya orang yang telah berjasa terhadap kelimuan, terhadap bangsa dan negara ini, misalnya lewat pendidikan, penelitian, kejuaraan serta olimpiade internasional. Dalam pepatah bahasa arab disebutkan, Wa fauqo kulla dzi ilmin ‘Aliimin, diatas orang-orang yang berilmu masih ada yang lebih berilmu. Diatas langit masih ada langit, ya, kurang lebih seperti itulah.

                Sekarang, mari kita sama melihat diri kita sendiri. Apakah kita sudah mempercayai diri kita ataukah masih sering percaya kepada orang dalam hidup ini. Prinsip Be Yourself yang sering kita dengar itu memang tertulis simpel, namun pelaksanaannya memang tidak sesederhana katanya. Butuh latihan, butuh mencoba, butuh kesalahan agar bisa diperbaiki. Namun jangan berhenti. Saya mengerti ini adalah proses yang tidak mudah, saya pun merasakannya. Saya ingat sebuah tulisan bagus yang isinya begini, “Jika salah, segera perbaiki, jika gagal, segera mulai lagi, namun jika anda berhenti, maka semua akan menjadi percuma”.

                Layaknya anda semua yang berkecimpung dalam dunia anda masing-masing, maksud saya, ada yang sekolah, kuliah, bekerja pada orang lain, maupun bekerja membuka usaha sendiri. Pasti punya tekanan dan tantangan masing-masing. Seperti saya sekarang mejadi seorang perawat kamar bedah di sebuah rumah sakit swasta yang sedang berproses untuk mendapatkan sertifikat JCI (Joint Commission International). Di kamar bedah atau lebih dikenal orang sebagai kamar operasi, saya pun tidak luput dari tekanan serta tantangan yang setiap saat harus dihadapi. Misalnya ketika melakukan operasi bersama tim dengan durasi yang lama, otomatis fisik harus kuat dan pikiran harus dijaga dalam kondisi yang tetap dingin, apalagi kalau ada operasi cito (gawat darurat sehingga memerlukan tindakan segera-red), misalnya ada pasien dengan perdarahan otak karena habis kecelakaan yang harus segera dilakukan operasi, lalu ada juga pasien dengan patah tulang dengan luka terbuka. Awal-awal dalam menghadapi kasus seperti ini terasa stressfull, namun karena seiring latihan, alhamdulillah semua bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga. Saya salut pada teman-teman seangkatan saya yang masih di usia muda mereka suda membuka usaha, karena saya masih bekerja untuk orang lain, hehe. Eitsss, Tapi kembali lagi, jangan meremehkan suatu pekerjaan, semua insyaallah ada hikmah yang terkadung dalam setiap usaha kita.

                Penilaian orang memang terkadang penting, apalagi untuk perbaikan diri kita, namun jangan hanya ingin dinilai baik saya, apalagi hanya ingin dipuji. Kritik yang pedas yang berguna untuk membangun diri ini lebih baik daripada disanjung-sanjung sehingga kita lupa untuk berbenah diri. Layaknya sebuah batu permata yang berharga miliaran itu, dalam proses pembuatannya, bukankah ia selalu dipertemukan dengan gerinda, bukannya dengan selimut halus, iya kan?

 

O.R. Nurse

Arsyad Syauqi

 

 

                                                            

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: