Selamat hari buku sedunia

23 Apr

Turn On #1

                Apa yang ada pikirkan tentang hari buku sedunia yang diperingati hari ini? Apakah anda baru mendengar adanya hari buku sedunia? Kalau anda baru mendengarnya, berarti anda sama seperti saya, hehe. Tidak apa-apa, tidak ada yang salah, hanya saja kita kurang membaca sehingga kita tidak mengetahui bahwa hari ini adalah hari buku sedunia. 23 April, ditetapkan UNESCO sebagai hari buku sedunia. Disini saya tidak akan membicarakan tentang hari buku sedunia, karena di berbagai blog pasti sudah ramai dibicarakan, jadi kita tinggal search saja dan “jreeeengg”, pasti akan keluar banyak informasi tentang hal ini.

                Di awal chapter Turn On kali ini, saya ingin berbagi tentang Impian yang direncanakan, impian yang tidak hanya diimpikan. Kalau hanya mimpi, kita tinggal tidur saja, tinggal menunggu saja, apakah kita diberikan OlehNya mimpi yang baik, menyenangkan, ataukah hmmmpt, serem. Sama seperti seorang tokoh sekaliber Dahlan Iskan. Ia percaya takdir,tapi takdir yang diusahakan. Ibarat doa, tidak hanya menengadahkan tangan lalu mengucapkan permintaan sepanjang hari, namun tidak beraksi, kira-kira apa yang terjadi? Anda pun pasti sudah bisa menebak hasilnya.

                Turn On!!!, Hidupkan!!!, (jangan teriak kenceng-kenceng ya, khawatir anak tetangga sebelah bangun, sudah malam), adalah kata hampir setiap hari kita dengar, namun jarang kita resapi. Pernahkah anda menyaksikan film Suckseed ? dalam salah satu adegannya, ada kata-kata yang menarik perhatian saya, “setiap orang punya kata masing-masing untuk melukiskan sesuatu”. Kita bisa menyebutnya label pribadi, karena pasti tiap orang memiliki ciri khas serta keunikan yang berbeda. Dalam hal tulis menulis, kalau anda mengikuti kisah Dahlan Iskan, ia pernah menulis CEO Notes ketika masih menjabat sebagai Dirut PLN. Yang pada awalnya ia maksudkan sebagai bahan komunikasi internal dalam tubuh PLN, sehingga notes nya mampu menjangkau seluruh pejuangnya dari Sabang sampai Merauke, namun milis (Mailing list-red) itu ada yang meng-upload nya ke dunia maya, eh, malah banyak orang suka karena memberikan inspirasi, lalu ada media massa yang meminta ijin menerbitkannya, sehingga banyak dibaca oleh orang-orang di Tanah Air ini, kalau ingin membacanya, silahkan dibaca di blog dahlaniskan.wordpress.com atau banyak situs lain yang menguploadnya. Bisa juga kalau lebih suka dalam bentuk sebuah buku, anda bisa membaca dalam “Dua Tangis Ribuan Tawa” nya Pak Dahlan Iskan. Lalu sekarang saat beliau menjabat sebagai Menteri BUMN, beliau masih rajin menulis berbagai kegiatannya dalam “Manufactiring Hope” yang terbit setiap senin pagi. Dengan slogan “Kerja, kerja, kerja” nya, saya yakin, anda pun akan terinspirasi.

                Saya sering berandai, suatu saat nanti, saya ingin punya rumah yang berfungsi sebagai perpustakaan. Banyak buku yang tersusun rapi, rak-rak yang unik seperti di rumah kontrakannya Miko (serial Malam Minggu Miko nya Raditya Dika), banyak buku dalam berbagai cerita dan bahasa, banyak kolega yang datang untuk berdiskusi tentang berbagai cerita, opini, perkembangan ilmu pengetahuan, serta banyak anak-anak datang dari berbagai kalangan untuk membaca, dan itu semua gratis. Alangkah bahagianya saya saat itu tiba nanti. Jikalau sebagian orang ada yang berinvestasi tanah, rumah kontrakan, emas permata, itu sah-sah saja. Namun saya pribadi, saya ingin berinvestasi dalam bentuk ilmu pengetahuan yang ada dalam berbagai buku yang beraneka ragam. Anda tahu tempat kesukaan saya? Saya paling senang jika ada buku di sekitar saya. Kalau disini (Batam, tempat saya sekarang bekerja sekarang), saya paling senang kalau ada waktu luang atau libur untuk pergi ke toko buku ataupun perpustakaan. Saya bisa berjam-jam membaca dan melihat-lihat buku yang ada. Semoga suatu saat saya bisa mewujudkan apa yang sering saya andaikan tersebut, amiin

                Membaca dan menulis, adalah hal yang saling terkait. Ada seorang penulis yang menuliskan, “saya membaca untuk menulis, saya mendengar untuk berbicara”, bahkan yang keren lagi, entah ini masuk dalam ranah apa, saya hanya mengagumi maknanya, “hearing the unspoken, seeing the unseen”, eh, gak nyambung ya, maaf, maaf. Maksud saya disini adalah dengan menulis, kita akan ditantang sejauh mana kita mampu menggali kemampuan diri kita, orang yang pandai dalam berbicara, bisa ditebak kemungkinan besar tulisannya pasti mengagumkan. Namun terkadang, untuk memulai membuat suatu tulisan, terkadang orang menjadi malas dan ragu. “kira-kira tulisan saya bagus gak ya, orang suka gak ya, nanti gimana ya”, walah, walah, malah tidak jadi nulis nanti, saya sependapat dengan dalang Sudjiwo Tedjo dalam sebuah twitnya, kurang lebih saya tafsirkan begini maknanya, “kalau baru belajar menulis, ikutilah gaya Pramoedia Ananta Toer, menulislah, apapun yang ingin kamu tulis, tulis saja, tidak usah berfikir macem-macem, bebaskan segala tulisan yang ada di dalam pikiranmu, bebaskan, biarkan tulisan itu menemukan kebebasannya”

                Saatnya menghabiskan mala mini dengan beberapa bacaan sebelum tidur, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengan membaca minimal satu jam setiap hari akan menurunkan resiko kepikunan. Dan saya tidak ingin segera menjadi pikun, hehe, anda juga kan?

 

O.R. Nurse

Arsyad Syauqi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: