“Telah tertulis” //bagian keduapuluhsembilan// akhir

22 Apr

tulisan-tulisan saat itu
….
jalanan yang habis disiram hujan
masih terasa hawa dinginnya yang lembut
perjalanan demi perjalanan telah tertempuh
menuliskan kisahnya dalam bait-bait kesendirian
tidak terasa semenjak tahun-tahun itu berlalu
tidak meninggalkan jejak apapun
namun aku masih mengingat kesemuanya
pelan dan perlahan melintas
seorang demi seorang melalui jalan setapak yang panjang
telah tertulis semua hal yang menyenangkan
telah tertulis banyak hal yang menyedihkan
mengharukan serta mengecewakan
mengakrabkan serta memisahkan
semua yang telah tertulis itu bukan dilihat benar salahnya
namun dilihat dengan perasaan yang lembut
merasuk dalam kalbu yang terdalam
seakan tidak terasa hingga air mata membasahi wajah
mengalir dan menjadi tenang semuanya
….
ada yang akrab sehingga semua cerita mengalir apa adanya
sampai-sampai selalu menantikan kapan pertemuan selanjutnya
waktu pulang terkadang adalah waktu yang paling dibenci
namun tatkala mentari muncul selalu dibarengi dengan senyum akan adanya pertemuan
waktu-waktu terasa sangat cepat berlalu ketika bersama
dalam latihan rutin yang ada saat siang hari menerpa
aku pernah merasakan waktu seperti itu
….
pernah juga menulis berlembar-lembar puisi
dalam buku pelajaran
dalam kertas yang tak sengaja bertebaran
bahkan dalam kertas ulangan akhir semester yang habis dikerjakan
semua kekaguman aku lukiskan dalam kata-kata
namun semua itu hilang tatkala aku tidak menyimpannya
aku pernah mengalami hal itu
….
pernah senang melihat tatkala ia melintas
melintas depan kelas di pagi hari
melintas lapangan sekolah tatkala pulang
tatkala berbelok dan terlihat senyumannya
hanya mengaguminya dan tak ada kata terucap
aku pernah melewati masa itu
….
pernah bertemu dengan sesama praktikan
cakap dan cekatan dalam memberikan pelayanan
paham akan situasi dan hal yang menjadi kebutuhan
mengerti akan makna keakraban dan kehangatan
sampai-sampai sampai akhir praktik aku lupa menanyakan namanya
aku pernah mengenal hal seperti itu
….
lalu belum pernah bertemu dengan orang yang kukenal
hanya mengetahui kabar serta kegiatannya
hanya mendengar suaranya dari ujung sana
senyum dan tawanya yang menghiasi hari-hari yang terkadang mendung
hari yang berangin pun menjadi sepoi
dan aku pun merasakan yang mungkin banyak orang juga merasakan
….
tulisan tentang kesalahan serta kekeliruanku pun ada
dalam catatan sang penjaga kanan dan kiriku
selalu mengawasi yang bangun dan yang tidur
aku pernah melakukan kesalahan
dan aku tidak mau mengulanginya lagi
aku hanya ingin membuatnya melihat dunia dengan lebih cerah
melihat dunia ini menjadi lebih luas dari yang pernah terbayangkan
tanpa membuatnya merasakan sakit serta kecewa
tanpa membuatnya merasakan kepahitan dan kemuraman
akhirnya telah tertulis
memang belum semua keluar dan terangkai
ada saatnya rehat sejenak dan mencari pijakan baru
sudah beberapa saat air ini menjadi genangan
jangan dibiarkan terlalu lama karena bisa berbau tidak enak
harus segera dialirkan kembali menuju daerah aliran selanjutnya
terima kasih semua yang telah mengisi bait-bait dalam hidupku
tanpamu, tiada pernah tulisan ini akan terangkai

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: