“Telah tertulis” //bagian keduapuluhdelapan//

14 Apr

Tibalah masa itu
….
sudah hampir Ujian Nasional
ujian penentuan akhir belajar selama 3 tahun
dengan 3 mata pelajaran
Matematika, Bahasa Indonesia serta Bahasa inggris
pelajaran tambahan pun semakin gencar diberikan
stamina harus tetap dijaga
pikiran harus tetap dalam kondisi prima
4 bulan lagi ujian nasional
namun kali ini ia dipanggil lagi
untuk melaksanakan lomba yang kesekian kalinya
SMA Keramat Kudus tempatnya
….
setelah mengikuti Jambore daerah hampir satu setengah tahun lalu
semakin terasah kemampuannya
mengantarkannya menjadi seorang Pratama
namun ia menyadari
ia masih harus belajar banyak
menjadi seorang pemimpin bukan lantas mengerti segalanya
mengerti kemampuan sendiri serta kemampuan anggota
berkomunikasi dengan berbagai pemikiran serta latar belakang yang berbeda
….
sebentar lagi reorganisasi akan dilakukan
namun ada satu undangan lomba diterima
lomba kepramukaan di sebuah SMA
perkemahan dengan berbagai lomba
dua hari satu malam
apakah ini sebuah kemah perpisahan sebelum ujian nasional
pikir Arkana
….
dua regu segera dibentuk oleh kakak pembina
latihan segera dilakukan
mengingat waktu yang tersedia sudah tidak banyak
ada 3 orang kelas IX yang ikut
ada Yusrul, Wafa, Taufiq, serta Aku
kami ikut berdasarkan seleksi yang dilakukan oleh kakak pembina
aku sungguh beruntung memiliki teman seperti mereka
tangguh, akrab, serta berdedikasi tinggi
latihan lomba dimulai
dari lomba baris berbaris, lomba pentas seni
lomba hiking dengan berbagai teknik didalamnya
lomba pionering membuat replika menara
lomba menyampaikan pesan lewat semaphore dan morse
kami lakukan dengan senyum dan semangat
peluh terkadang membasahi kening dan tubuh
terkadang hukuman kami terima karena suatu pelanggaran
lari mengelilingi sekolahan 5 kali
kesal namun inilah pelajaran dari sebuah kedisiplinan
senang karena satu kesalahan yang menanggung semuanya
jiwa kompak, jiwa solider, terbentuk disini
meminjam istilahnya Slank
makan gak makan asal kumpul
….
waktunya telah tiba
kami berangkat ke medan laga
bulan desember tahun itu
kami sangat bersemangat
apalagi aku, inilah kemah perpisahan yang akan memberikan kenangan
apakah aku akan memiliki kenangan yang indah atau sebaliknya
….
sampai di bumi perkemahan
segera kami memasang tenda
kali ini dengan kecepatan tinggi
tentu saja dengan tingkat kerapihan yang semakin bagus
entah sudah berapa kali kami mendirikan tenda
menjadikan kami mahir
menjadikan kami berpengalaman
ada satu hal yang mengiringi kami dalam 2 hari berkemah
langit yang terus menurunkan hujannya
menjadikan stamina kami diuji
mental kami ditantang
apakah kami sanggup atau tidak
….
lomba pertama
peraturan baris berbaris
kami telah berlatih keras untuk hal ini
mulai dari gerakan dasar
siap grak, hadap kanan, hadap kiri, balik kanan
lalu gerakan pindah tempat terbatas
dua langkah ke kanan, dua langkah ke kiri
lalu gerakan pindah tempat tidak terbatas
maju jalan, langkah tegap maju jalan
lalu variasi gerakan pindah tempat
haluan kanan, haluan kiri, melintang kanan,melintang kiri
langkah tegap maju jalan lalu hormat kanan
ganti langkah,lalu haluan
kami melaluinya dengan lancar, alhamdulillah
….
lomba selanjutnya
menyampaikan pesan lewat sandi semaphore dan morse
selesai dengan hasil memuaskan
lalu lomba pionering membuat replika jembatan
alhamdulillah tepat waktu
lalu malam hari kami melakukan lomba pentas seni
menampilkan gerak dan lagu dengan lagu pengiring dari Backstreet boys
Larger than life nama judulnya
esok harinya kami diajak jalan-jalan dengan lomba hiking
ini adalah hiking dengan rasa jelajah kota
karena area hiking kami di area perkotaan
tidak seperti kemah terdahulu di area bukit dan gunung
membuat peta pita, peta panorama, memecahkan sandi
tiap pos kami lalui dengan senyum dan tawa
yel-yel selalu berkumandang dalam setiap langkah kami
….
hujan ini mengingatkanku pada kejadian demi kejadian itu
pakaian kami banyak yang basah
namun wajah kami kami selalu ceria
karena inilah waktu bermain kami
inilah permainan yang biasa kami lakukan
….
ada satu waktu yang tidak bisa aku lupa
ketika Taufiq memutar lagu Peterpan “Aku dan Bintang”
kami semua menikmatinya
beberapa lirik kami nyanyikan bersama
indahnya saat-saat ini
tidak akan pernah kami lupakan
dengan apapun hasilnya nanti
….
pengumuman
kami semua berkumpul mendengarkan
juara demi juara diumumkan
kami mengoleksi 6 trofi lomba
dan 1 trofi juara umum
kami dinobatkan sebagai juara umum dalam perlombaan kali ini
kami pulang masih dibawah rintik hujan yang terus turun
mengiringi perjalanan kami
mengucapkan salam perpisahan pada kami
inilah lomba terakhir kami semasa sekolah menengah pertama
setelah ini kami akan melakukan reorganisasi lalu menghadapi ujian nasional
kami ditraktir oleh kakak pembina di sebuah kedai mie ayam yang terkenal di kota ini
hampir 25 orang bersantap bersama
merayakan kemenangan, merayakan kebersamaan
….
beberapa hari setelah itu
kami mengalami masa kehilangan
Taufiq putus sekolah karena ketidakmampuan orang tua dalam biaya
kami bersama sudah membujuknya untuk kembali
namun ia lebih memilih jalannya
kami merasa sungguh kehilanganmu kawan
semoga suatu saat bisa berjumpa kembali

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: