“Telah tertulis” //bagian keduapuluhtujuh//

8 Apr

Cantik, Tidakkah
….
lembaran demi lembaran masih dibuka
semakin senang ia dengan bacaan yang dibawanya
tahukah kawan
sempit tidak dunia itu tergantung kita
tergantung kita mau membukanya atau tidak
kalau hanya berkutat pada hal yang sudah kita tahu saja tanpa membaca lagi
sungguh dunia ini begitu sempit
namun dengan membaca
sungguh dunia ini begitu luasnya
samudra kata-kata yang mengalir dari penulis, penyair, serta yang lainnya
membuat bumi ini terlhat luas dari bentuknya yang semula
bahkan seorang bijak pernah berkata
“Aku rela dipenjara asalkan ada buku,
karena dengan membaca buku aku merasa bebas”
….
ada seorang penulis yang menyatakan tidak sependapat dengan kontes pemilihan putri dan semacamnya
Kinanthi tertarik serta membacanya
argumen demi argumen disampaikan dalam tutur kata halus
apakah memang cantik itu dinilai dari fisik semata
apakah itu memang benar adanya
ataukah hanya pembodohan belaka
apa arti kecantikan sebenarnya
terutama bagi kaum wanita
….
apakah kecantikan yang dinilai itu berdasarkan raut mukanya kah
langsing tubuhnya, lalu langsat warna kulitnya
gemulai jalanya, lalu cakap bicaranya
itu kan hanya cantik menurut definisi umum saja
lalu hatinya
apakah para juri tahu
bagaimana isi hati serta tingkah laku yang sebenarnya
….
Kinanthi melihat ke atas
memandang ke arah langit yang luas
menarik napas yang lumayan panjang
mengingat kejadian tadi pagi saat melintas lampu merah
….
memuliakan sorang wanita
apakah kontes seperti ini bisa mewujudkannya
walaupun memang penilaiannya meliputi kecerdasan serta tingkah laku
tapi coba lihat dibalik semua itu
produk sponsor kosmetik, tontonan, rating industri
bukankan itu semua masuk dalam ranah bisnis
kecantikan yang dieksplorasi
lalu dimana sisi pemuliaannya
….
ketika melihat seorang perempuan yang (maaf) tidak langsing
berwajah yang kurang menarik
jauh dari definisi kecantikan secara umum
tapi dibalik itu semua
jarang orang yang tahu
dia berusaha untuk menlanjutkan pendidikan dengan biaya sendiri
ia tahu orang tuanya kurang mampu
lalu ia masih bisa memberikan biaya pada adik-adiknya untuk sekolah juga
mengangkat derajat mereka dengan pendidikan
ia ringan tangan dengan memberi
memberikan ketulusan hati serta materi
coba perhatikan kawan
kalau hatinya sudah cantik
maka sisanya sudahlah
akan menjadi cantik semua
….
sebagai seorang wanita
terkadang kecantikan menjadi hal yang sensitif
terutama bagi orang-orang yang tidak mengetahui ilmunya
tapi kalau soal tontonan serta menjadi hamba produk kecantikan
entah bagaimana nanti akhirnya
….
melintasi pemberhentian kendaraan di lampu merah tadi
aku melihat seorang ibu yang sudah sepuh
masih berjualan koran
ia tidak meminta-minta kawan
ia hanya berjualan
aku kurang tahu pasti
namun aku berfikir
betapa mulianya seorang ibu itu
masih mencari nafkah hingga larut malam seperti ini
ia pasti memikirkan anak serta keluarganya
kurang cantik dimanakah sosok seperti itu
….
mungkin ada yang sependapat
mungkin ada juga yang kurang sependapat
tapi inilah suara hatiku
sahut Kinanthi
inilah indahnya perbedaan
selalu ada yang bisa diambil hikmahnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: