“Telah tertulis” //bagian keduapuluhenam//

6 Apr

Pertanyaan sore tadi
….
setelah membaca beberapa halaman
Kinanthi tersenyum sesaat
mengingat beberapa waktu yang lalu ia berkata
“Aku tahu kamu suka membaca”,
“Aku ingin melihat namamu tertera di buku di toko buku”,
“Aku akan menunggu saat itu tiba”,
“Aku akan menjadi pembeli pertama karyamu nanti”
….
dan seorang pemuda yang menjadi lawan bicaranya itu membalas senyuman
seraya berkata,
“Insyaallah, mohon doanya saja”
….
sejak saat itu entah perasaan apa yang tertinggal di hatinya
seperti apa wujudnya yang belum bisa diterjemahkan dalam sebuah bentuk
ada sebuah senyuman yang perlahan terpatri
kuat teringat serta lembut terasa
….
ada sebuah kalimat dalam bacaannya yang membuatnya tertarik
“Dibalik kesuksesan seorang pria, ada wanita hebat di belakangnya”
ia lantas berfikir
apakah aku sudah cukup hebat untuk orang yang akan kudampingi nanti
apakah aku sudah cukup bekal untuk orang yang akan mengimamiku nanti
lantas, apa sebenarnya maksud dari kalimat tersebut
….
apakah perempuan itu hanya patuh saja tanpa memiliki ilmu
bukankah patuh pada seorang imam itu merupakan sebuah ilmu tersendiri
namun patuh yang bagaimana
patuh yang seperti apa
patuh yang dijalankan dengan apa
….
lalu apakah aku sudah menjadi baik
bukankah kebaikan akan bertemu dengan kebaikan
lalu orang baik akan bertemu dengan orang baik juga
pertanyaan demi pertanyaan tiba-tiba menyergap lamunannya
membuatnya tersadar dan mencoba memahami setiap hal yang ia akan hadapi
….
Kinanthi menghela napas
menghirup pelan lalu dihembuskan perlahan
ia mencoba menenangkan pikirannya
suara jarum jam yang bergerak begitu terasa ketukannya
semua seakan menjadi hening
….
bukankah semua ini adalah pembelajaran
seperti seorang bijak pernah berkata
“Jadilah buah yang tidak pernah matang dengan terus belajar”
….
“ya, aku mengerti”
pikirannya terang serta senyumnya mengembang
aku belum bisa menilai diriku ini sudah baik atau belum
ya, ibarat buah tadi
aku tidak akan pernah menjadi matang karena itulah waktuku untuk terus belajar
mempelajari banyak hal yang akan memperkaya wawasanku
untuk menjadi pribadi yang berilmu
untuk menjadi pendamping seorang imam yang berilmu
untuk menjadi perpustakaan pertama bagi anakku
karena aku yakin
ilmu akan menjaga pribadi yang memilikinya
….
“Alhamdulillah ya Rabb,
Engkau telah mengkaruniakan ilmu bagi segenap manusia yang mau mepelajarinya”,
ucapnya lirih
kembali ia teringat ucapannya tadi
menuju ke tempat yang berbeda
oh ya, bagaimana kabar pemuda itu ya
sembari ia membuka lembaran selanjutnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: