“Telah tertulis” //bagian keduapuluhempat//

29 Mar

Berhenti, itu bukan pilihan kami
….
satu bulan setelah Jambore Cabang
kami segera dipanggil lagi untuk mengikuti latihan intensif
4 minggu lagi Jambore Daerah akan menjadi ujian kami selanjutnya
Jambore Daerah XI jawa Tengah atau lebih dikenal dengan nama Jamda XI
kami bergabung dengan 3 regu lainnya
nama-nama baru pun bermunculan
kemampuan demi kemampuan disatukan
disnilah kami
Kontingen Kota Kudus
siap menggebrak medan laga di Bumi Perkemahan Widoro
….
yel-yel yang kami nyanyikan saat itu
masih terasa aura semangatnya
hingga saat ini
aku masih hafal bait demi baitnya
masih ingat bagaimana kami menyanyikannya saat itu
saat semua semangat mulai surut
kami bersatu, saling berpegangan tangan dan menyanyikannya
….
saya tunggu engkau, saya tunggu engkau
rupanya engkau forget to me
saya tunggu engkau, saya tunggu engkau
rupanya engkau forget to me
sarase ra jatayu tarik tambang
disini kami jadi makin senang
mengikuti lomba Jamda kami siap ditantang
rintangan siap diterjang
bangun pagi-pagi pergi ke tempat latihan
walau lupa mandi tetap oke tampilan
duhai kakakku mari kita bersatu
mengikuti lomba Jamda tentu
mau makan masak dulu
habis makan cuci piring
jaga penampilan agar tetap exist
duhai kakakku betapa cakepmu
bila kakak mau pilih saja reguku
bila kakak senang akan kuajak pulang
kujadikan pelatih cadangan
yeeeeeeeeeeeeeee
….
hari-hari latihan kami
lebih berat dari sebelumnya
hiking yang lebih jauh dari sebelumnya
berjalan sambil meneriakkan yel-yel
ujian mental sambil memperkuat stamina
teknik kepramukaan yang lebih dipertajam
latihan tari tradisional
latihan melukis di media tong sampah
diskusi serta berbagi pengalaman
adu pendapat serta keterbukaan
makan siang dengan bekal yang saling ditukar
berangkat pagi pulang petang
kami lakukan selama 4 minggu
lelah dan letih sudah akrab dengan keseharian kami
semuanya sirna saat semua merasa senang dengan kebersamaan
lalu ditutup dengan kemah latihan di lapangan SMA 2 Kudus
mirip Persami namun ini adalah sebuah Try Out kami
….
hari yang ditunggu tiba
upacara pelepasan di Pendopo Kabupaten
kami yang berjumlah 4 regu
dilepas langsung oleh Bapak Bupati
haru, bangga, semangat serta banyak rasa lainnya
campur aduk menjadi satu
hanya satu tekad kami
berangkat ke medan laga untuk mengharumkan Kota kami tercinta
satu bus serta satu truk berangkat
setelah 7 jam perjalanan
akhirnya kami sampai di Kota genteng, Kebumen
kota yang memiliki moto Berlayar (Bersih Lingkungan-Alam Yang Ramah) ini
menyambut kedatangan kami
sampai di Bumi perkemahan di desa Widoro sumbing
kami melihat pemandangan yang menyejukkan hati dan pikiran
bentangan alamnya
lekuk lekuk bukitnya
semilir angin pegunungannya
semuanya menjadi satu dan menyambut kedatangan para kontingen dari berbagai kota
bismillah, kami akan menunjukan penampilan terbaik kami
….
6 Juli kami mulai beraksi
kami mendirikan tenda untuk menampung hampir 30 orang
dua tenda utama, satu tenda tamu
satu tenda barang serta satu tenda masak
gapura yang berlapis dua
lalu pagar betis yang mengelilingi tenda kami
semuanya bekerjasama
keringat bercucuran namun senyum terus mengembang
lalu kami masak bersama
ada yang menanak nasi
ada yang membuat lauk
ada yang memasak sayur
dan ada pula yang menguleg sambel
ah, indahnya kebersamaan
….
setelah upacara pembukaan yang meriah
lomba demi lomba dimulai
disini semakin kompetitif
mulai dari lomba kebersihan tenda
lomba melukis dengan media tempat sampah
lomba pentas seni
lomba filateli
lomba nderes kelapa
lomba hiking
yang kesemuanya itu memerlukan disiplin dosis tinggi
semuanya dinilai dari aspek dispilin yang akan menentukan juara tergiat
….
dalam lomba pentas seni kami mempertunjukkan pentas tari tradisional
hampir semua dari kami ikut berpartisipasi
menghentak dan menggebrak arena dengan banyaknya manusia yang tampil
semuanya memperhatikan
gerak gerik serta tingkah laku kami
memang tidak sia-sia latihan kami selama ini
tarian yang memiliki tingkat kesulitan yang tinggi
berhasil kami pentaskan
semuanya bertepuk tangan
kami lega dan tinggal berharap kepada Sang Maha Kuasa
….
kemudian lomba hiking
inilah yang menjadi kesukaanku
medan hiking yang lebih ekstrem dari Jambore cabang dua bulan lalu
stamina kami benar-benar diuji di sekitar bumi perkemahan ini
semaphore dan morse disampaikan dari lokasi yang jauh
memang menantang
lalu keadaan medan yang naik turun, curam
terkadang kami harus bergantian, saling menarik lewat uluran tangan
mengitari bukit, munuruni lembah
kami jalani sambil membuat peta pita yang sudah mirip gulungan rahasia
peta panorama kami buat dengan keadaan alam yang mempesona
tongkat dan tali memang mutlak diperlukan dalam kondisi ini
kami dengan semangat yang meluap-luap
berhasil melewati stase ini dengan lancar
….
siang malam kami bergantian jaga tenda
setiap tamu mungkin adalah juri dalam penyamaran
setiap orang yang melintas mungkin adalah penilai yang handal
kami seperti diawasi 24 jam
namun semua menikmati
hingga hari-hari terakhir perkemahan
kami lalu diajak wisata ke Waduk Sempor
pemandangannya kawan, aduhai
inilah kekayaaan Indonesia yang jarang orang tahu
semua mendapatkan pengalaman baru
merasakan pesona baru
Indonesia dengan segala keindahannya
….
satu hari menjelang upacara penutupan kami dikumpulkan
4 regu di tenda putri
kami belum tahu maksud kami dikumpulkan disini
apakah kami punya salah
apakah kami melakukan suatu hal yang keliru
benar saja
kami dimarahi oleh kakak pembina
kami semua ditegur karena tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya
semuanya berantakan
berbagai lomba tidak menunjukan tanda-tanda kemajuan dari saat latihan
semuanya menunduk
beberapa ada yang menitikkan air mata
semua kesalahan kami ditunjukkan
seakan mereka mencatat setiap apa yang kami lakukan
bahkan setiap napas yang kami hirup dan hembuskan
mengapa mereka melakukan semua ini
hari pengumuman kan belum tiba
apa maksud dari semua ini
apakah rasa pesimis telah menguasai mereka
para kakak pembina yang selama ini mendukung serta memberi semangat kepada kami
yang selalu mendampingi kami
dalam hal apapun
hampir seminggu kami disini
jauh dari rumah
jauh dari orang tua
dan malam ini kami ditegur habis-habisan
kami pun pasrah menunggu pengumuman besok pagi
kami lesu lalu kembali ke tanda masing-masing
kami tidur dalam keadaan yang kurang nyaman
….
hari pengumuman
kami mengikuti upacara penutupan dengan tanpa gairah
merasa sudah tahu hasil akhir
setelah semua acara berlangsung
panitia mengumumkan pemenang lomba demi lomba
dan apa yang terjadi
setelah kontingen dari Wonogiri yang menyabet 4 trofi tergiat
ternyata ada satu kontingen yang menyabet 5 trofi
kontingen itu berasal dari Kudus
ya, itu kami
sempat kami berhenti berharap
namun inilah yang terjadi
ternyata yang terjadi tadi malam adalah shock terapy buat kami
ya, kami pulang dengan membawa trofi paling banyak
menandakan usaha kami tidak sia-sia
mimpi kami tercapai dalam even ini
kami telah mengahrumkan kota Kudus tercinta dalam even ini
Jambore Daerah XI menjadi saksi kami
bahwa kami adalah sekumpulan remaja yang kelebihan semangat untuk beraksi
….
kami berkumpul
merayakan keberhasilan ini
dengan alunan lagu Padamu Negeri
lagu ini sangat merasuk di hati kami
kami tidak kuasa menahan air mata yang seolah tanpa sengaja mengaliri pipi kami
semua tertunduk serta bergandengan tangan
bersyukur kepada Ilahi Rabbi
akhir dari perlombaan ini
adalah awal dari perjalanan baru lagi
tetap semangat serta terus bermimpi
karena dari mimpi semua hal dapat terjadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: