“Telah tertulis” //bagian keduapuluhdua//

22 Mar

sudah, tulis saja
….
Arkana berhenti sejenak
ada yang ingin ia ceritakan
memang berhenti sejenak kadang penting
daripada jalan terus tapi tidak tahu arah
….
jadi teringat ketika hari pertama masuk sekolah menengah pertama
aku suka lagu
tapi sungguh suaraku kurang bagus untuk menyanyi
lagu adalah ekspresi dari jiwa
tatkala kita senang
kita akan menikmati lagu yang diputar
tatkala kita sedih
kita akan menjiwai lirik yang disajikan
ya, kurang lebih seperti itu
….
lagu itu dibawakan oleh kakak tingkat
waktu itu aku belum mengerti benar judulnya
namun aku hafal beberapa bagiannya
liriknya bagus dan penuh makna
….
Bila ku lelah tetaplah disini
jangan tinggalkan aku sendiri
bila ku marah biarkan ku bersandar
jangan kau pergi untuk menghindar
….
rasakan resahku
dan buat aku tersenyum
….
ya, buatlah aku tersenyum
lirik yang terangkai bagus
dinyanyikan dengan penghayatan yang sesuai
dengan penampilan seperti vokalis ternama
yang membawakan memang seorang pemimpin Drum Band di sekolahnya
lagu itu layaknya sebuah sambutan
kepada segenap siswa yang baru menapaki langkah barunya
di sekolah yang baru
dengan civitas akademika yang baru
dengan teman dan guru yang baru
dengan segenap ilmu baru yang akan ditimba
….
ia masih ingat betul
betapa ia dulu ingin tahu banyak hal
semakin belajar serta membuka pintu ilmu yang baru
ia merasa semakin merasa banyak yang belum ia tahu
semakin belajar semakin tambah hal yang asing
semakin belajar semakin ia merasa kurang
….
sedari kecil ia sudah bisa membaca
namun ternyata ia kurang membaca
pernah ia beranggapan ketika gurunya memberinya pekerjaan rumah untuk membaca
ia mengacuhkannya
ia beranggapan bahwa ia sudah bisa membaca
ternyata ia salah
bukan tentang pekerjaan rumah
bukan pula tentang ia yang sudah bisa membaca
tapi ia sebenarnya diberi kesempatan untuk membuka cakrawala
berpetualang di negeri Zamrud khatulistiwa
berpetualang serta pergi ke tampat-tempat yang jauh
yang belum pernah ditemuinya
dengan membaca
ia diberi kesempatan untuk mengerti hal-hal yang baru
memahami berbagai keadaan serta situasi
mengerti berbagai gerak dan isi hati
kini ia menyadari
betapa indahnya dunia lewat berbagai bacaan
berbagai buku serta literatur
berbagai novel dan kumpuan puisi
dunia ini indah
tergantung bagaimana kita melukiskannya
….
bagitu juga menulis
tatkala anggapan rumput tetangga lebih hijau sering mengganggu
kita pelihara saja tumbuhan kita
siram dan beri pupuk
maka akan menjadi subur dan hijau
sudah, tulis saja
biarkan jari jemari memunculkan ide yang ada
tidak perlu berfikir menjadi terkenal atau dikenal
inilah ekspresi
inilah kreasi
yang penting tetap memunculkan ide
anggapan “emang gue pikirin” terkadang benar juga
tidak perlu memiliki semboyan yang muluk-muluk
entah yang menjadilah seperti ini
menjadilah seperti itu
menjadilah seorang yang ini
menjadilah seorang yang itu
tidak perlu dulu
karena yang paling utama adalah
Menjadilah diri sendiri terlebih dahulu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: