“Telah tertulis” //bagian ketujuhbelas//

10 Mar

sebuah emosi yang kuat
….
menunggu untuk menuliskan kata yang tepat
mungkin itu yang dicari
menunggu untuk mengucapkan kata yang tepat
kepankah akan terucap
hanya melihat
lalu berimaginasi
masih menggoyangkan kuas dalam kanvas abstrak
bergoyang kesana kemari
membentuk garis lurus
berbelok dan kadang kala memutar
sebuah mahakarya imaginasi
dunia abstrak dalam pikiran manusia
tidak akan bisa dilihat oleh orang lain
karena itu masih berupa cetak biru
berbalut emosi
….
Arkana seperti terbawa dalam pusaran waktu
mengingat beberapa tahun yang lalu
ketika itu
ia masih seorang pemuda yang belum tahu apa-apa
belum mengerti tempat yang jauh dari rumahnya
ia suka menjelajah
mengenal tempat baru
mengenal kebudayaan baru
ia hanya bisa menghayal keberadaan tempat-tempat yang jauh dari rumahnya
kuat pikirannya untuk menembus batas dimensi
badannya masih diam ditempat
namun pikirannya sudah menjelajah kemana-mana
ia berpetualang
membaca berbagai karya orang ternama
menjelajah dalam kata-kata yang terangkai
membentuk tulisan yang menggambarkan suasana
yang tampak jelas
seakan ia berpijak dan berjalan dalam imaginasinya
….
hangat yang terasa dalam dadanya
agak susah dirangkai dalam kata-kata
ia merasakan kelembutan
ia merasakan kedamaian
beberapa pijakan telah ia lalui
ia mampu melihat agak tinggi sekarang
namun ia tidak mau berhenti
ia ingin menjadi lebih tinggi lagi
menjadi lebih berarti
….
ia masih susah melukiskan kehangatan yang terasa
harus menggunakan kata apa
harus menggunakan kalimat seperti apa
emosinya seakan meluap-luap
membanjiri sekujur tubuhnya
ia seperti terbungkus dalam suasana yang sudah lama tidak ia rasakan
semuanya berputar
gambaran-gambaran masa lalunya
seperti ribuan foto yang menjelma menjadi kenyataan
menunjukan sisi hitam dan putihnya
kenangan dan harapan
semuanya bersatu
kemudian berpisah kembali
naik ke atas dengan kecepatan tinggi
lalu terjun bebas seperti tanpa parasut
menyelam dengan kedalaman yang pekat
lalu menuju ke permukaan untuk menghirup udara kebebasan
emosinya kuat
namun belum tertata sepenuhnya
seakan ia masuk ke dalam dimensi penumbra
ia bisa melihat gelap dan terang secara bersama
….
ia mengerti
terkadang semua tidak bisa diterjemahkan
ada beberapa kalimat yang mudah dimengerti
memilki arti serta memotivasi
namun beberapa lainnya
terkadang hanya kalimat yang bulat
kalimat yang mengisolasi dirinya sendiri
tidak mudah dimengerti
bahkan ada yang tidak memiliki arti
….
namun biarlah saat-saat yang seperti ini
menjadi pelengkap dalam rotasi imaginasi
tidak semua bisa dimengerti
ia pun masih sulit menjelaskan arti pertemuan ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: