“Telah tertulis” //bagian keenambelas//

9 Mar

kau adalah realita
….
pernahkah engkau merasakan buntu
tidak bisa berfikir jernih
tidak ada ide untuk dituangkan
seakan pikiran ini kering
entah kenapa
seakan isi dalam kepala ini menjelma
menjadi sebuah gurun pasir yang tandus
tak berpenghuni
tak ada oase yang sekedar menyejukkan
memberikan sejuknya penghilang rasa dahaga
para kafilah yang sedang melintas
pikiran ini terkadang menjadi sebuah kotak tertutup
menjadi terbelenggu
mati rasa
hilang arah
hilang rasa
….
inilah realita kehidupan yang ada
sebagian besar orang pernah mengalaminya
sebagaimana para pemuda yang menjalani pembelajaran
dalam sebuah pertemuan mahasiswa
diskusi yang kadang melebar
diskusi yang kadang tidak mencapai tujuan
diskusi yang kadang kehilangan arah
tidak apa-apa
itulah pembelajaran
kesalahan memang harus tetap ada
ia ada karena menjadi penyeimbang
salah ada untuk mencari kebenaran
kita tidak bisa menolak keberadaan kesalahan
kita menjadi salah jika menolak keberadaan kesalahan itu sendiri
….
berbagai hal disajikan
topik tentang kemahasiswaan dan kebangsaan
bagaimana peran pemuda dalam kehidupan era sekarang
apa kontribusi kita dalam pembangunan yang sedang berjalan
apakah pemuda hanya menjadi penonton sejarah
tidak lagi menjadi pelaku sejarah
terlibat dan melibatkan
masuk kedalam arena serta menyingsingkan lengan baju
turut menjunjung tinggi kebersamaaan
….
benar-benar menguras tenaga dan pikiran
itulah yang dirasakan Arkana selama pertemuan ini
ia menjadi senang mendapatkan wawasan kebangsaan
kebangsaan sangat erat kaitannya dengan kemahasiswaan
ia harus lebih banyak belajar
ia masih bodoh
namun tidak apa-apa
justru karena bodoh itulah ia akan bisa menyerap banyak pelajaran
ibarat gelas kosong
ia siap diisi dengan air yang banyak
berbeda dengan orang yang sudah merasa pintar
merasa gelas nya sudah penuh
susah untuk diisi lagi
….
seketika itu
ia melihat seorang pemudi yang cerdas
pandai mengolah tutur kata dan bahasa
penyampaian idenya lugas
sederhana namun mengena
ia belum mengenal pemudi itu siapa
hanya mengagumi caranya memberikan pendapat
opini-opini yang kuat sering juga terlontar
seakan-akan ia telah menghabiskan banyak waktu untuk membaca
membaca banyak buku dan pandai membaca keadaan
ketika sang pemudi menyampaikan pendapat
semua mendengarkan
ruangan menjadi hening
luar biasa
auranya seakan memenuhi ruang pertemuan
orang seperti apakah gerangan yang mampu membuat keadaan seperti ini
….
ah, semuanya menjadi campur aduk
pikir Arkana
suasana yang mirip gado-gado
semua rasa tersedia
namun ia merasakan sesuatu hal yang berbeda
rasa hangat terasa
dalam dadanya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: