“Telah tertulis” //bagian kelimabelas//

5 Mar

tiada selembar daun yang jatuh
tanpa sepengetahuanNya
….
ada sebuah kisah
tentang seorang nenek penjual tempe
sehari-hari ia melakukan aktifitasnya
membuat tempe dan menjualnya di pasar
dengan kedelai dan ragi ia berusaha
ia selalu bersyukur dan pantang mengeluh
terhadap apapun yang terjadi kepadanya
….
hingga suatu fajar
tatkala ia biasanya akan menjual tempe di pasar
ia mendapati tempenya belum jadi
tempenya masih berbentuk kedelai
ragi yang dicampurkan ternyata belum membuat kedelai menjadi tempe
ia pun bingung
apa yang harus dilakukannya
padahal kalau pagi ini ia tidak menjual tempe
ia tidak akan bisa membeli kedelai dan ragi lagi
untuk membuat tempe pada hari berikutnya
….
waktu shubuh pun tiba
ia segera mengambil air wudlu
menunaikan shalat qabliyah shubuh
lalu menunaikan shalat shubuh
setelah shalat ia berdoa
ia hanya meminta kepada Sang Maha Pencipta
agar kedelai-kedelainya bisa menjadi tempe
agar ia bisa menjualnya
….
lalu nenek itu beranjak dari tempat shalatnya
ia melihat kedelai-kedelainya
belum jadi
ia tidak putus asa
ia segera membawanya ke pasar
ia yakin keajaiban akan terjadi
di perjalanan ia kembali membuka bungkusan kedelainya
belum jadi juga
ia tetap melangkahkan kaki
sesampainya di pasar
ia kembali melihat kedelainya
ia berharap sudah menjadi tempe
setelah dibuka
masih berbentuk kedelai juga
ia pun pasrah
….
hari mulai beranjak siang
para pembeli di pasar pun sudah banyak yang pulang
tempe-tempe yang dijual para penjual lain pun sudah banyak yang habis
sang nenek pun hanya bisa berharap dan pasrah
lalu ada seorang ibu-ibu setengah baya datang kehadapan nenek
ia bertanya,
“apakah nenek menjual tempe yang belum jadi?”
nenek pun menjawab
“iya nak”
sang ibu pun bilang
“alhamdulillah nek, saya akan membeli semuanya”
nenek pun terlihat gembira lalu ia bertanya,
“kenapa ibu membeli tempe saya yang belum jadi?”
“padahal masih ada beberapa penjual tempe yang menjual tempe yang sudah jadi”
ibu itu pun menjawab,
“saya daritadi memang mencari tempe yang belum jadi,
karena akan dibawa anak saya yang nanti sore akan kembali ke London,
ia kuliah disana, jika saya membeli tempe yang sudah jadi,
tentu saja tempe yang dibawa akan menjadi busuk sesampai disana,
kalau tempe yang belum jadi, maka insyaallah akan jadi tepat saat anak saya sampai disana”
sang nenek pun mengucapkan syukur kepada Sang Maha pencipta
Dia telah mengabulkan doanya
dengan jalan yang tidak diduga hambaNya
Allah tidak langsung menjadikan kedelai itu menjadi tempe setelah sang nenek berdoa
namun Ia memberikan jalan keluar sesuai dengan doa hambaNya
tempe yang belum jadi itupun laku
dan nenek bisa belanja lagi untuk keperluan selanjutnya
….
semuanya telah tertulis
niat baik insyaallah akan dilancarkan olehNya
….
begitu juga Kinanthi
jika memang pemuda yang ditemuinya itu baik untuknya
maka ia tidak akan kemana
walaupun tanpa komunikasi
walaupun jarak membentang
namun kalau hati yang berbicara
dan bila semua memang kehendakNya
ia hanya tinggal menunggu waktu
untuk mempertemukan mereka selanjutnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: