“Telah tertulis” //bagian keempatbelas//

2 Mar

senyum pertama saat itu
….
tenang saja
jika kita disedihkan
maka kita juga akan disenangkan
bukankah semua yang membuat adalah Dia
….
langit yang sama
udara yang sama
rumput yang sama
tapi entah mengapa
pada hari itu
langit seakan lebih mempesona dibanding biasanya
udara seakan lebih sejuk dibanding biasanya
dan rumput yang terhampar itu
seakan lebih hijau dari biasanya
mata memandang seperti biasanya
namun pada hati yang sedang dilanda perasaan yang berbeda
kenikmatan padangan mata pun berbeda
semua seakan terasa menyenangkan
seakan ada embun pagi yang menetes
sejuk
kedalam kalbu
menyesaki rongga-rongga didalamnya
dengan cinta
….
apakah yang dirasakan Kinanthi sekarang itu cinta
ia juga belum mengerti benar tentang cinta
yang ia tahu sekarang adalah
ketika ia melihat orang yang baru dikenalnya itu
semua hal yang asalnya biasa saja
sekarang menjadi istimewa
baginya
pertemuan itu memang tidak disengaja
tapi bagiNya
semuanya telah tertulis dalam Mega serverNya
ia bertemu dengan pemuda biasa
dilihat dari segi fisik
ia tidak berbeda dari pemuda kebanyakan yang ada
visi dan aksi
itulah yang membedakan pemuda itu dari teman-temannya
pemuda yang mempunyai pandangan ke depan
itulah yang akan dirindukan para perempuan
dari pertemuan pertama itu
entah kenapa
Kinanthi sudah merindukan pemuda itu untuk pertemuan selanjutnya
….
kegiatan organisasi antar kampus itu
mempertemukan mahasiswa serta mahasiswi
berbagai jurusan
berbagai program studi
berbagai tingkatan
namun semua memiliki satu visi
mengokohkan persaudaran pelajar perguruan tinggi
menjalin komunikasi
memperserat hubungan serta diplomasi
semua terasa biasa saja
sampai saat adu pendapat tiba
tema masalah disajikan
berbagai opini pun bertebaran
disaat inilah Kinanthi
melihat dan memahami
seseorang yang kuat pemikirannya
seseorang yang tertata bicaranya
seseorang yang mampu membuatnya merasakan
segalanya menjadi berbeda
….
bibirnya tersenyum
senyum yang berbeda
bukan senyum karena bercanda
bukan pula tersenyum karena terpaksa
senyum tulus setulus bunga yang masih basah oleh embun
bunga yang mekar oleh kehendakNya
hatinya sungguh menjadi merona
namun mukanya masih mempu menahan
ia tidak ingin semua tahu
kalau hatinya tersipu malu
biarlah untuk sekarang
hanya dirinya dan Sang Pencipta yang tahu
tentang hatinya yang riang
tentang hatinya yang mengenal kosakata baru
tentang hatinya yang mengenal rasa rindu
tentang hatinya yang bersyukur
tentang indahnya pertemuan kala itu
….
senyumnya itu memilki arti
mensyukuri segala yang terjadi
dahulu, kini, dan nanti
dan juga terhadap pemuda ini

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: