“Telah tertulis” //bagian keduabelas//

26 Feb

Arkana masih mengingat hari itu
saat ia masih belum mengerti apa-apa
saat sekolah dasar ia sempat pindah dua kali
kelas satu sampai lima bersekolah di desanya
sedangkan kelas enam bersekolah di SD desa tetangga
hari itu hari selasa
pertama kali ia menginjakkan kaki di sekolah yang berbeda
bertemu dengan teman-teman yang belum dikenalnya
masuk ke dalam kelas yang jumlah muridnya empat puluh delapan
dengan seorang guru
Pak Suparman namanya
….
Arkana masih mengingat hari-hari belajarnya
sekolah dasar yang membentuk watak dan mental
serta memberikan pengalaman belajar yang berbeda
dengan sekolah sebelumnya
kini ia harus belajar ekstra
kemampuan teman-temannya luar biasa
ada yang langganan ranking dari kelas satu
ada yang langganan juara lomba cerdas cermat
ada yang memiliki keahlian di bidang olahraga
ia kagum pada kelas barunya
ini memang masih sekolah dasar
namun baginya
ini adalah laboratorium kehidupan pada tahap awal belajarnya
….
Arkana masih ingat pelajaran pertamanya
KPK dan FPB dalam matematika
ia begitu menyukai lantaran guru yang mengajar
membuat pelajaran menjadi mudah diterima
merasuk dalam hati dan pikiran para siswa
berbagai pelajaran diajarkannya
mulai dari IPS dan IPA
PPKN lalu Bahasa Indonesia
serta beberapa pelajaran lainnya
ia ikuti dengan seksama
ia menyukai gaya mengajarnya
gurunya cerdas dan berwibawa
sopan dan ramah selalu ada dalam tingkah lakunya
….
kini ketika ia masuk di bangku perkuliahan
tidak serta merta ia melupakan guru-gurunya
baginya tidak ada istilah mantan guru
guru akan tetap menjadi guru
sampai kapan pun
bahkan sampai ruh terpisah dari raganya
ia akan tetap menyebut guru pada guru-gurunya
pada setiap orang yang pernah mengajarnya
baik di bangku sekolah
ataupun dalam bangku kehidupan
….
hari ini langit cerah
matahari masih memberikan cahaya kehidupan
namun mendung kelam ada di hati dan pikirannya
tatkala mendengar seorang guru yang sangat dicintainya
dipanggil oleh Sang Maha Kuasa
gurunya sudah beberapa lama memiliki penyakit dalam tubuhnya
ia sudah berusaha mencari obat untuk kesembuhan dirinya
namun apalah daya manusia
Allah Sang Maha Pencipta lebih berkuasa
….
Innalillahi wainna ilaihi raji’uun
terucap lirih dari mulutnya
ia masih mengingat kejadian demi kejadian yang menempel di pikirannya
tentang kebaikan gurunya
tentang kearifannya
tentang bersahajanya
tentang senyum khasnya
semua yang diciptakan Allah
pasti akan kembali kepadaNya
termasuk gurunya
termasuk dirinya juga
….
selamat jalan guruku tercinta
jasa-jasamu tidak akan pernah kulupa
ragamu sekarang memang telah tiada
namun semangat jiwamu tetap selalu ada
dihatiku ini
murid yang pernah engkau didik dengan sepenuh hati
aku akan selalu mendoakanmu
semoga engkau diterima disisinya
semoga alam barzahmu terang
seterang mentari hangat yang menyinari bumi manusia
karena bagiku
engkaulah
pahlawan tanpa tanda jasa
yang sebenar-benarnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: