“Telah tertulis” //bagian kesebelas//

25 Feb

Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai sejarahnya
namun
tidak cukup hanya sebatas seremonial belaka
tidak cukup hanya ucapan lisan saja
tidak cukup kawan
kemerdekaan yang telah diikrarkan 67 tahun seilam
tidak akan berarti
jika pemudanya hanya suka berpangku tangan
menopang dagu dengan pandangan hampa
hanya suka mengikuti trend saja
tanpa mencoba membuat sesuatu yang berbeda
tanpa mencoba membuat karya-karya
tanpa berani membuat kesalahan tatkala proses mencipta
….
sejarah bangsa ini begitu nyata
perjuangan demi perjuangan selama ratusan tahun
terjadi dimana-mana
dari ujung ke ujung
dari negeri serambi mekah sampai bumi cendrawasih disana
bangsa ini punya potensi yang luar biasa
seperti saat dikumandangkannya sumpah palapa
negeri kepulauan ini harus bersatu
menciptakan gebrakan di ajang dunia
bersama semangat Bhineka Tunggal Ika
….
bangsa ini butuh energi positif dalam jumlah banyak
namun yang terlihat sekarang
di berbagai media yang ada
negeri ini dilukiskan seperti Supermarket bencana
dikabarkan tsunami menerjang
dikabarkan gempa bumi meluluhlantakan
dikabarkan tanah longsor menghancurkan
dikabarkan wedus gembel berkeliaran
dikabarkan banjir dan rob merendam
dikabarkan peperangan dan pemberontakan
dikabarkan pembunuhan dan pemerkosaan
dikabarkan penjambretan dan pencurian
dikabarkan banyaknya barang yang dipalsukan
dikabarkan banyak rumah yang kebakaran
dikabarkan banyak sarjana terdidik menjadi pengangguran
dikabarkan orang tua yang menodai anak semata wayang
dikabarkan ini
dikabarkan itu
itu semua yang seakan menjadi makanan pokok
dalam setiap berita di media
setiap hari
setiap waktu
apakah tidak ada hal positif yang mampu dikabarkan
yang mampu membuat pikiran pembacanya menjadi semangat
termotivasi untuk memiliki tujuan
….
seakan berita buruk adalah berita bagus untuk dijual
hahahaha
kalau seperti ini
negeri ini bisa segera gulung tikar
seperti mayat hidup
ada fisiknya namun jiwanya entah kemana
atau jangan-jangan orang-orang sudah mengira
negeri ini
ada nya sudah seperti tidak ada nya?
….
kawan
di negeri ini banyak hal positif yang bisa ditularkan
mulai dari pemudanya yang telah menulis hingga mampu menembus tingkat dunia
pemuda dari Belitung sana
yang karyanya telah terpajang di berbagai toko buku di banyak negara
lalu penulis yang bukunya menjadi best seller tingkat asia tenggara
dan menjadi kebanggaan di timur tengah lewat karya islami yang fenomenal
lalu pemuda yang berkreasi membuat karya yang diakui dunia
lalu siswa-siswi yang menjuarai olimpiade internasional
praktisi serta akademisi
enterpreneur serta kreator
manusia-manusia berotak encer
banyak di negeri ini
tapi mereka belum mendapatkan pengakuan
mereka sebenarnya sangat cinta tanah air
cinta dengan sebenar-benarnya
bukan uang semata yang mereka damba
tapi lebih bagaimana Indonesia ini bisa tampil di pentas dunia
menjadi Indonesia yang Indonesia
bukan menjadi Indonesia yang ruhnya dari luar sana
lalu apakah salah jika para manusia berotak encer ini 
lebih memilih berkiprah di luar sana
jika mereka saja di negeri ini diacuhkan
tidak diperlakukan sebagaimana mestinya
karya-karya mereka layaknya sebuah peta harta karun saja
disimpan dan tidak untuk diplubikasikan
lalu bagaimana bangsa ini bisa termotivasi
bisa besar hati
bisa berbangga diri
kalau hanya hal yang buruk yang terus dicitrakan
apa kata dunia???
….
memahami hal ini
Kinanthi menyadari
ia harus menebarkan hal positif di lingkungannya
mengabarkan kejadian serta pengalaman 
orang-orang yang sukses dengan berbagai perjalanannya
ia tidak ingin masyarakat hanya memikirkan hal yang buruk
yang bisa membelenggu pikiran dari kebebasan
layaknya seorang penulis dengan semangatnya
merangkai kata
mengubah dunia

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: