“Telah tertulis” //bagian keempat”

16 Feb
 
 
 

di tempat yang lain
….
Kinanthi
perempuan yang sederhana
sangat mematuhi titah dan perkataan orang tuanya
menjunjung tinggi tata krama
mampu berkawan dengan siapa saja
pembawaannya santun
senyumnya bersahaja
ia terlahir dari keluarga yang sederhana
orang tuanya beberapa kali pindah tempat tinggal karena faktor biaya
namun senyum cerianya
mampu mengobati segalanya
letih orang tuanya setelah bekerja
muramnya dunia seakan telah sirna
saat ia memberikan senyumnya
….
keluarganya sederhana
tidak dalam golongan kaya
jika dibandingkan mereka yang mempunyai mobil dimana-mana
mereka yang mempunyai banyak villa
namun tidak sempat menikmatinya
mereka yang banyak harta
namun tetap mengambil yang bukan haknya
sederhana secara dunia
namun kaya akan kasih sayang terhadap sesama
keterbukaan menjadi kesehariannya
apasaja ia ceritakan
apasaja ia beritahukan
kegiatan yang menjadi budaya
budaya yang menjadikan ia dan keluarganya
sangat menikmati alam ciptaanNya
….
keluarga yang masih dan terus belajar akan agama
keluarganya merasa masih awam terhadap ilmu dari Sang Pencipta
mereka kesana kemari
mencari mata air pengetahuan
Bacaan Al Qur’annya masih belum benar semua
namun itu tidak membuatnya melupakan kitab sucinya
ia tidak mau berhenti karena dianggap tidak bisa
ia ingin memperbaiki agamanya
dengan memperlajari ilmu dunia yang ada
ia ingin mempersembahkan yang terbaik kepada Agamanya
kepada Ibu Bapaknya
kepada saudara-saudaranya
kepada Sang Pencipta
yang telah menciptakannya
dalam bentuk yang paling sempurna

 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: