“Kayu, tak pernah tahu”

3 Feb
 
 
 

menjulang tinggi
kokoh
tapi tidak menyombongkan diri
menopang hijaunya dedaunan yang rindang
berbagai bentuk dan rupa
berbagai fungsi dan  kegunaan
hijau yang memberi
hijau yang melindungi
proses penciptaan yang sempurna
lalu bagaimana bisa manusia banyak yang mengingkari
adanya keberadaanNya
….
menjulang tinggi
kayu yang masih bernama batang pohon itu
berasal dari benih yang kecil
masuk ke dalam tanah atas kuasaNya
tumbuh akar
munculah tunas
tumbuh perlahan
lingkaran tahun menjadi pertanda
berapa lama ia telah berdiri disana
mensyukuri nikmat TuhanNya
….
kayu itu
tak pernah tahu
setelah ia ditebang nanti ia jadi apa
….
ketika sepotong kayu jadi sebilah balok
sebilah balok tidak pernah tahu
untuk apa dia jadi sebilah balok
….
ketika sepotong kayu jadi meja
meja tidak pernah tahu
untuk apa dia jadi meja
….
ketika sepotong kayu jadi tongkat
tongkat tidak pernah tahu
untuk apa dia jadi tongkat
….
demikian sebilah balok
ketika menemukan dirinya
digunakan memukul orang dalam arena tawuran
hanya karena salah paham
darah mengucur dan bersimbah
di kepala seorang pelajar
sebilah balok mengeluh
aku tak ingin menjadi seperti ini
….
demikian meja
ketika menemukan dirinya
dijadikan tempat bermain judi
bertebaran kartu diatasnya
yang dimainkan orang-orang yang penuh spekulasi
memperturutkan nafsu
mempertaruhkan materi
meja mengadu
aku tidak bercita-cita menjadi seperti ini
….
ketika kayu-kayu itu berubah fungsi
diam-diam tongkat mensyukuri
hati kecilnya bergumam
“Aku menjadi alat penolong bagi seorang yang sudah renta
menjadi penunjuk jalan menuju tempat yang suci
tempat bersujud kepada Ilahi Rabbi
Ruku’ sujud dan mensyukuri
nikmat dan kesempatan yang diberi
aku tidak ingin patah
biarkan aku seperti ini
sampai waktu mengharuskan aku lapuk
dan pergi”

 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: