“Masyarakat Sambal”

2 Feb
 
 
 

masih di Megamendung
arkana masih menikmati hijaunya pemandangan disana
menghirup kesegaran udaranya
berselimut kabut tipis yang mengambang rendah
ia menulis tentang negerinya
….
negeri kita ini gemah ripah loh jinawi
negeri yang loh
apapun yang ditanam di negeri ini diyakini tumbuh
bahkan dalam sebuah lagu dinyanyikan
tongkat kayu jika ditancapkan dalam batu
akan tumbuh jadi tanaman
negeri yang subur
hijau pepohonan membentang
garis katulistiwa seakan menjadi tanda
menunjukan pada dunia
seberapa panjang loh nya negeri ini
….
negeri ini
masih dijuluki paru-paru dunia
masih memilki cadangan paru-paru itu
lebih tepatnya
walaupun setiap hari
ada saja tangan yang yang jahil
merusak paru-paru itu
merusaknya
hanya untuk kepentingan sesaat
manusia macam itulah
yang diperbudak nafsu dan jabatan
dibalik itu
ada juga manusia baik
masih memperhatikan lingkungan sekitar
masih peduli dengan masa depan
masa depan yang masih bisa diharapkan
jika hijaunya keadaan sekarang
masih dirawat dan diperhatikan
….
masyarakat kita ini bagaikan sambal
bermacam-macam rupa
bermacam-macam rasa
bermacam-macam isinya
pedas seperti cabai
manis seperti gula
asin seperti garam
pahit seperti terasi
getir seperti bawang putih
memedihkan mata seperti bawang merah
hangat seperti jahe
asam seperti jeruk wuluh
harum seperti kemangi
dan masih banyak yang lain
semua bahan tercampur
jadilah sambal
akan terasa enak jika takarannya pas
akan menjadi tidak enak
jika ukurannya keliru
jika tidak sesuai
seperti halnya manusia dalam masyarakat
hidup akan enak bagaikan sambal yang dibuat
jika masing-masing orang bisa menempatkan sifat yang pas
dalam bermasyarakat
jika terlalu banyak cabai
masyarakatnya akan terasa pedas
jika terlalu banyak garam
masyarakatnya akan terasa asin
jika terlalu banyak gula
memang manis
tapi jika masyarakatnya terlalu banyak senyum
juga mengkhawatirkan
apalgi jika senyum sendiri-sendiri tanpa ada sebab
kalau takarannya pas
akan tercipta keadaan masyarakat yang pas juga
….
sambal
menjadi pelengkap dalam berbagai hidangan
namun jika kita mampu menangkap isinya
sambal akan menjadi pelajaran
menjadi dasar dalam bersosialisai
berinteraksi
dan menjadikan masyarakat ini
gemah ripah loh jinawi

 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: