“Megamendung, Bangkit”

31 Jan

Di daerah antah berantah itu
ada hikmah yang bisa dipetik
ada kebenaran yang bisa diungkap
ada pelajaran yang bisa direnungkan
….
Arkana pergi kesana
melangkahkan kaki
memulai perjalanan
meninggalkan kenyamanan yang membuat bosan
membuat hatinya mati
tak bisa merasakan kesejukan dunia
jika hanya diam
hatinya gersang, kering
ia butuh oase bagi hatinya
ia ingin melihat luasnya dunia
ia ingin merasakan semilirnya angin
hangatnya mentari pagi
ia ingin menyaksikan
rupa-rupa keindahan dunia
daun-daun yang bergerak ditiup angin
ombak yang bergemericik
riak-riak halus air tatkala ada yang menyibak
kokohnya bebatuan di pegunungan
ia ingin menyaksikan semuanya
ia ingin belajar ilmu hayah
ilmu kehidupan
….
Megamendung
daerah di barat tanah jawa
ia sampai disana
ia menyaksikan keadaan alam yang membuat orang takjub tatkala memandangnya
hamparan pepohonan hijau yang rindang
udara yang sepoi-sepoi
dipadu dengan irama alam yang serasi
namun di daerah itu
ada satu hal vital yang belum terpenuhi
penerangannya masih tradisional
belum ada listrik yang mengalir disana
….
kekurangan bukan hambatan untuk belajar
justru kekurangan itu menjadi kekuatan yang dasyat untuk belajar
itu pelajaran yang ia saksikan disana
ada seseorang bernama Hasan
ia seorang buruh rendahan
pangkatnya memang rendah
tapi kemauannya untuk belajar jauh diatas orang-orang yang sudah lama bersekolah
ia tahu keadaan desanya
tak ada listrik
sehingga tak ada lampu yang menyala
padahal ia tahu
lampu yang menyala
sangat dbutuhkan oleh para pelajar
tatkala mereka menelaah pelajarannya
tatkala mereka ingin menuangkan idenya dalam kertas
tatkala mereka ingin berkreasi dengan kanvas
saat malam tiba
mereka hanya memakai lampu teplok
lampu sederhana yang masih dipakai penduduk desa tersebut
untuk memenuhi keinginan mereka untuk terus belajar
….
terdorong oleh keadaan tersebut
serta dengan melihat potensi desanya
air mengalir deras
sungai-sungai teraliri dari pegunungan
ia menciptakan turbin sederhana
alat pembangkit listrik yang mempu menerangi kampungnya
banyak yang mencemoohnya
meremehkan kemampuannya
namun baginya
cemoohan itu membuatnya ingin menunjukan
bahwa ia bisa melakukan yang banyak orang meragukan
….
setelah desa teraliri listrik buatannya
semangat penduduk menjadi menyala
orang yang mencemoohnya kehilangan muka
malah ikut mengkonsumsi produk yang dicemoohnya
Hasan tak ambil pusing
ia hanya ingin membantu kampungnya
terbebas dari kegelapan yang sudah lama mendera
ia ingin
kampungnya terang
hatinya pun terang
pikirannya menjadi padang
seterang padang bulan
….
Arkana menimba ilmu dari perjalanan pertamanya
bertemu Hasan
guru yang mengajarkannya tak berputus asa
apapun keadaannya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: